Momen keberangkatan tiga atlet
terbaik Sumatera Barat dari bandara menuju Belgia untuk berlaga di Harimau
Belgium International Championship, 24–26 April 2026.
Foto: Padek
CREWPERS.ID
– Komite Olahraga
Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menyatakan dukungan penuh terhadap
keberangkatan atlet dan pelatih pencak silat asal Sumbar yang akan berlaga pada
Harimau Belgium International Championship, 24–26 April 2026 di Sporthal
Vordenstein, Schoten, Belgia.
Keikutsertaan
ini menjadi bagian dari upaya mengukur kemampuan atlet daerah sekaligus
memperluas pengalaman bertanding di level internasional, serta menjadi langkah
strategis dalam pembinaan prestasi jangka panjang.
Sebelum
bertolak, para atlet telah menjalani pemusatan latihan di Jakarta sejak 6 April
hingga 28 April 2026 sebagai bagian dari persiapan fisik, teknik, dan mental.
Program latihan ini difokuskan untuk mematangkan kesiapan bertanding menghadapi
lawan dari berbagai negara. Sumatera Barat mengirimkan tiga atlet terbaik,
yakni M. Farid, Ramaken Sigit, dan Zahra Fadli, yang akan tampil di kelas
masing-masing dengan didampingi pelatih Hendri, SH.
M. Farid,
yang merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang,
menyampaikan tekadnya untuk meraih prestasi di level internasional. “Saya ingin
meraih juara di kejuaraan internasional di Belgia pada April 2026,” ujarnya.
Kehadiran mereka membawa harapan besar, tidak hanya mewakili daerah, tetapi juga
mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.
Berdasarkan
laporan dari Langgam.id dan Metrokini, Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus,
menilai partisipasi dalam kejuaraan internasional menjadi momentum penting
dalam proses pembinaan prestasi atlet. Menurutnya, pengalaman bertanding di
luar negeri dapat memperkuat mental, meningkatkan kualitas teknik, serta
mengasah daya saing pesilat dalam menghadapi kompetisi yang lebih besar di masa
mendatang. Ajang ini juga menjadi tolak ukur sejauh mana hasil pembinaan daerah
mampu bersaing di level global.
Hamdanus mengungkapkan,
“Ini kesempatan penting untuk menguji kemampuan atlet kita di level
internasional. Dari sini akan terlihat sejauh mana daya saing mereka,” Rabu
(22/4/2026). Ia menegaskan, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan semata
berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga bagian dari proses belajar, menambah
pengalaman, dan pembentukan karakter atlet agar lebih siap menghadapi event
yang lebih bergengsi.
Bagi
Sumatera Barat, pencak silat bukan hanya dianggap sebagai olahraga, tetapi juga
menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga dan dikembangkan. Karena
itu, kehadiran atlet Sumbar di panggung internasional dinilai menjadi
representasi tradisi sekaligus prestasi. Keikutsertaan ini juga memperlihatkan
bahwa atlet binaan daerah memiliki kualitas untuk bersaing di tengah kompetisi
olahraga dunia yang semakin kompetitif.
Hamdanus
berharap para atlet mampu tampil maksimal, menunjukkan kemampuan terbaik, dan
membawa hasil membanggakan. Ia juga menegaskan komitmen KONI untuk terus
mendukung pembinaan atlet daerah agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat
global. Langkah menuju Belgia ini menjadi bukti konsistensi Sumatera Barat
dalam menjaga tradisi prestasi pencak silat sekaligus membuka peluang lebih
besar bagi atlet daerah menembus panggung internasional.
Jenis berita : Softnews - Sport
Jurnalis : Salsabila Khalisah – 3A D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
Editor : Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris
untuk KBP
