Ilustrasi gerakan plank di dalam ruangan.
Foto: Freepik
CREWPERS.ID - Padatnya aktivitas perkuliahan di Kota Padang
sering kali membuat mahasiswa mengabaikan kondisi fisik mereka. Di tengah
tuntutan tugas, organisasi, hingga kelas daring, waktu untuk berolahraga sering
kali menjadi hal yang dikorbankan. Tidak sedikit mahasiswa yang beranggapan
bahwa menjaga kebugaran tubuh memerlukan waktu khusus, tempat yang memadai,
bahkan biaya tambahan untuk pergi ke pusat kebugaran.
Padahal, menjaga kebugaran
tubuh sebenarnya dapat
dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan fleksibel, termasuk dari dalam
kamar kos. Keterbatasan
ruang dan waktu bukan lagi menjadi alasan utama untuk tidak bergerak. Olahraga
ringan tanpa alat (low-intensity workout) menjadi salah satu alternatif
yang dapat dilakukan kapan saja tanpa membutuhkan fasilitas khusus.
Sejumlah gerakan sederhana dapat dilakukan dengan memanfaatkan berat
badan sendiri sebagai beban utama.
Salah
satunya adalah
wall sit, yaitu
posisi menyandarkan punggung pada dinding
dengan kaki menekuk seperti duduk di kursi selama tiga puluh detik. Gerakan ini
sangat efektif untuk melatih kekuatan otot paha sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain itu, gerakan plank
juga menjadi primadona karena mampu membantu memperkuat otot inti sekaligus memperbaiki postur tubuh
yang sering membungkuk akibat terlalu lama menatap layar laptop saat
mengerjakan tugas.
Jihan Latifah (21), salah satu mahasiswi
Universitas Negeri
Padang, mengakui bahwa melakukan gerakan simpel di kamar sangat membantu
menjaga fokusnya.
"Biasanya saya
menyisihkan waktu lima belas menit untuk plank dan stretching sebelum mandi
pagi. Rasanya badan jadi tidak kaku saat harus duduk lama di kelas,"
ungkap Jihan.
Gerakan lain seperti squat dan lunges juga dapat
dilakukan di ruang terbatas, bahkan hanya dengan area kecil di samping tempat
tidur.
Intan Sari (21), mahasiswi ISI Padang Panjang, merasakan manfaat yang sama
dari kebiasaan tersebut.
"Dulu saya sering
merasa cepat lelah, tapi sejak rutin olahraga ringan di kamar, stamina saya
terasa jauh lebih baik meski hanya dilakukan sebentar," katanya.
Kebiasaan
sederhana ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga membantu
meningkatkan fokus dan produktivitas belajar. Tubuh yang lebih aktif cenderung
membuat pikiran lebih segar, sehingga mahasiswa dapat menjalani aktivitas
akademik dengan optimal tanpa mudah merasa lelah.
Manfaat
olahraga ringan ini juga didukung oleh rekomendasi dari World Health Organization yang
menyebutkan bahwa orang dewasa dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik
secara rutin guna menjaga kesehatan tubuh. Dalam pedoman terbarunya, WHO
merekomendasikan aktivitas fisik setidaknya 150 hingga 300 menit per minggu
dengan intensitas sedang agar kebugaran tetap terjaga.
Lebih
lanjut, WHO juga menegaskan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak
pada menurunnya daya tahan tubuh, meningkatnya rasa lelah, serta terganggunya
konsentrasi dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas
sederhana seperti olahraga ringan tetap memiliki peran penting, terutama bagi
mahasiswa dengan mobilitas terbatas.
Temuan
ini diperkuat oleh penelitian dalam jurnal Frontiers in Physiology (2019) yang menyebutkan bahwa latihan berbasis berat badan seperti plank, squat, dan wall sit efektif dalam meningkatkan
kekuatan otot serta kebugaran fisik, meskipun dilakukan di ruang terbatas tanpa
alat tambahan.
Meski
demikian, penting
bagi mahasiswa untuk memahami bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam
kebugaran. Durasi olahraga yang singkat tetap memberikan manfaat jika dilakukan
secara rutin dibandingkan aktivitas intens yang hanya dilakukan sesekali. Dengan menyisihkan waktu sekitar 10-15 menit setiap hari, metabolisme
tubuh akan tetap stabil dan konsentrasi belajar tetap terjaga. Menjadi sehat
tidak harus mahal atau menguras waktu, cukup
dengan kemauan untuk bergerak di ruang yang ada, kebugaran fisik tetap bisa
diraih demi mendukung prestasi akademik yang maksimal.
Jenis
Berita : Feature
Penulis : Maisyah Saidah – 3A D4 Bahasa inggris KBP
Editor :
Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa inggris KBP
