Hangatnya Lebaran di Padang Lewat Tradisi yang Terus Bertahan

Foto: Sumeks Disway




Lebaran di Padang selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak hanya ramai oleh aktivitas silaturahmi, tetapi juga dipenuhi tradisi yang sudah berlangsung sejak lama. Tradisi-tradisi ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Minangkabau dan terus dijaga hingga sekarang.

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah pulang basamo. Tradisi ini memperlihatkan kebiasaan para perantau Minang yang kembali ke kampung halaman secara bersama-sama menjelang Lebaran. Perjalanan ini bukan hanya soal pulang, tetapi juga tentang kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampung halaman. Dalam praktiknya, para perantau sering berangkat dalam rombongan dan saling membantu selama perjalanan.

Selain itu, ada tradisi manjalang mintuo yang dilakukan dengan mengunjungi keluarga pasangan. Kegiatan ini menjadi cara untuk menjaga hubungan baik dalam keluarga besar. Biasanya, kunjungan dilakukan dengan membawa makanan khas sebagai bentuk perhatian.

Di dapur, suasana Lebaran juga terasa melalui tradisi marandang. Memasak rendang bersama menjadi momen berkumpul yang melibatkan banyak orang. Proses memasak yang cukup lama justru dimanfaatkan untuk berbincang dan mempererat hubungan.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengenal tradisi kabau sirah, yaitu penyembelihan kerbau yang dilakukan bersama-sama. Dagingnya kemudian dibagikan kepada warga sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial. Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Ketua Lembaga Adat Minangkabau (LKAAM) Kota Padang, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati, M.Si, mengatakan bahwa tradisi Lebaran di Minangkabau bukan sekadar ritual tahunan.

"Ini adalah cara kami menjaga hubungan sosial, melestarikan budaya, dan menanamkan nilai-nilai gotong royong kepada generasi muda. Walau zaman berubah, esensinya tetap sama," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Lebaran di Padang bukan sekadar perayaan tahunan. Tradisi yang dijalankan menjadi cara masyarakat menjaga hubungan sosial sekaligus melestarikan budaya.

Di tengah perubahan zaman, beberapa tradisi mungkin mengalami penyesuaian. Namun, nilai yang terkandung di dalamnya tetap sama. Kebersamaan, saling menghargai, dan semangat berbagi masih menjadi inti dari perayaan Lebaran di Padang hingga kini.

 



Jenis Berita     : Soft News

Penulis            : Indah Mahia Salma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Zahira Yelsa Ilyana – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

Previous Post Next Post