![]() |
| Sumber : Thobi Ardan |
Sejak kecil, Thobi Ardan sudah menemukan kebahagiaan
di lapangan voli. Suara tepuk tangan, semangat kompetisi, dan keceriaan
teman-teman membuatnya jatuh cinta pada olahraga ini. Lahir dan besar di
Kabupaten Lima Puluh Kota, Thobi mulai bermain voli saat masih SD. Awalnya
hanya Fsekadar bermain bersama teman-teman, tapi lama-kelamaan voli menjadi
bagian penting dalam hidupnya. Dari olahraga ini, ia belajar disiplin,
ketekunan, dan bagaimana menghadapi tantangan dengan semangat yang tak mudah
padam. Ia juga mulai memahami pentingnya kerja sama tim dan komunikasi, yang
menjadi kunci keberhasilan di setiap pertandingan.
Kini, Thobi menjalani kesehariannya sebagai mahasiswa
Program Studi D3 Teknik Mesin di Politeknik Negeri Padang. Kehidupan kampus
yang menuntut fokus dan ketelitian berjalan beriringan dengan jadwal latihan
yang padat. Bagi Thobi, semua itu bukan beban, tapi justru kesempatan untuk
mengasah diri dan mengembangkan kemampuan multitasking. Di lapangan voli, ia
dikenal tangguh dan cepat beradaptasi. Ia aktif bermain voli indoor maupun
outdoor, dan perbedaan karakter permainan di kedua jenis ini membuatnya semakin
berkembang. Setiap latihan menjadi proses belajar, setiap pertandingan adalah
ujian, dan setiap hasil merupakan cerminan usaha yang telah ia lakukan. Ia
percaya bahwa kegagalan sekalipun merupakan pelajaran penting yang harus
diambil hikmahnya.
Perjuangannya membuahkan hasil. Thobi meraih Juara 2
Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat umum se-Sumatera Barat dan Juara 3 Kejuaraan
Provinsi (Kejurprov) tingkat mahasiswa. Prestasi ini menunjukkan bahwa
konsistensi dan kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia. Meski demikian, Thobi
tetap rendah hati dan menganggap setiap kemenangan hanyalah salah satu langkah
dalam perjalanan panjangnya. Ia juga selalu mendorong teman-teman satu tim
untuk belajar dari setiap pertandingan agar kemampuan tim bisa semakin baik.
Selain
olahraga, Thobi juga memiliki ketertarikan terhadap seni budaya Minangkabau. Ia
mampu memainkan berbagai alat musik tradisional, seperti talempong, bansi,
pupuik, gandang tabuik, hingga tansa. Selain musik, Thobi juga gemar menari dan
menguasai berbagai tarian tradisional seperti tari piring dama, tari babuai,
hingga tari saman. Baginya, kemampuan ini bukan sekadar keterampilan, tapi cara
untuk memahami dan menghargai warisan budaya daerahnya. Olahraga dan seni
berjalan seiring dalam kehidupan Thobi, membentuk pribadi yang tidak hanya kuat
secara fisik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya. Ia kerap memanfaatkan
waktu senggang untuk berlatih alat musik dan menari, sehingga kedua bidang ini
tetap konsisten ia tekuni.
Keunikan Thobi terletak pada kemampuannya
menyeimbangkan dua bidang yang berbeda olahraga dan seni bersama pendidikan
yang menuntut konsentrasi. Ia tidak membatasi dirinya, terus mengeksplorasi
potensi, dan tetap menjaga identitas budaya di tengah modernisasi. Setiap
pengalaman, baik di lapangan maupun di panggung seni, baginya adalah pelajaran
hidup yang membentuk karakter dan kedewasaan. Ia juga menyadari bahwa prestasi
bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik kampus dan daerah
asalnya.
Dari masa kecilnya di Kabupaten Lima Puluh Kota hingga
kini menuntut ilmu di Politeknik Negeri Padang, Thobi Ardan menunjukkan bahwa
generasi muda bisa berprestasi tanpa melupakan akar budaya. Ia tidak hanya
mengejar mimpi pribadi, tetapi juga berusaha mengharumkan nama daerah dan
melestarikan seni tradisional. Sosoknya menjadi inspirasi bahwa dengan
semangat, kerja keras, dan ketertarikan terhadap seni, generasi muda mampu
menoreh prestasi sambil tetap menghargai akar budaya dan tradisi yang
membentuk diri mereka.
Jurnalis: Salsabila Khalisah –
3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor:
Regina
Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
