Kelelahan Pengemudi Ancam Kesehatan Saat Arus Balik Lebaran 2026, Imbauan Kemenkes

 

Sumber : Kabar Publik


Kelelahan fisik pada pengemudi menjadi salah satu ancaman kesehatan utama selama arus balik Lebaran 2026. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan di jalur utama termasuk di Sumatera Barat.

Pergerakan pemudik yang tinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus balik, yakni pada 24 Maret (H+3) serta 28-29 Maret 2026. Lonjakan mobilitas ini berpotensi meningkatkan tekanan fisik dan mental bagi para pengemudi, terutama dalam perjalanan jarak jauh.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pemerintah memperkuat layanan kesehatan di sepanjang jalur arus balik guna menekan risiko kecelakaan. “Kami ingin memastikan masyarakat kembali dari mudik dalam kondisi sehat dan selamat. Pemerintah telah menyiapkan layanan cek kesehatan gratis, khususnya bagi para pengemudi,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI.

Selain itu, pengemudi juga diimbau untuk beristirahat secara berkala guna menghindari kelelahan selama perjalanan. “Pengemudi yang lelah dan mengantuk merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI selama arus mudik Lebaran 2026, sebanyak 252 pengemudi dinyatakan tidak diperbolehkan berkendara setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tidak stabil, hingga faktor kelelahan.

Sejumlah jalur di Sumatera Barat juga dikenal memiliki tingkat risiko tinggi yang dapat memperparah kelelahan pengemudi. Jalur Sitinjau Lauik di Kota Padang, misalnya, mencatat sejumlah insiden kendaraan terguling sejak masa arus mudik. Selain itu, kawasan Panyalaian di Tanah Datar dikenal rawan kecelakaan akibat turunan panjang, sementara Lembah Anai masih dalam pengawasan karena kondisi jalan dan cuaca.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian pengemudi mengaku kelelahan menjadi tantangan utama selama perjalanan arus balik. Untuk mengurangi risiko tersebut, pengemudi disarankan beristirahat setiap tiga hingga empat jam perjalanan. Istirahat yang cukup dapat membantu memulihkan konsentrasi serta mengurangi kelelahan otot akibat duduk terlalu lama.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan ringan seperti tekanan darah dan kondisi fisik juga dianjurkan sebelum melanjutkan perjalanan. Pemerintah juga menyediakan posko kesehatan di sejumlah titik strategis sebagai upaya pencegahan selama arus balik.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan selama perjalanan, arus balik Lebaran diharapkan dapat berlangsung lebih aman. Menjaga kondisi tubuh tidak hanya penting bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keselamatan pengguna jalan lainnya.





Penulis            : Maisyah Saidah – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


Previous Post Next Post