![]() |
| Sumber : Humas UNP |
Gagasan Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, untuk membangun Sekolah Rakyat di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP) Tarok City, Sumatera Barat, menjadi langkah yang membuka harapan baru bagi pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Usulan tersebut
disampaikan dalam pertemuan bersama pimpinan UNP di Jakarta pada Kamis
(26/3/2026). Rencana ini menjadi upaya koordinasi antara pemerintah dan
perguruan tinggi dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan
menjangkau kelompok rentan.
Rektor UNP,
Krismadinata, menyampaikan bahwa rencana tersebut mendapat respons positif dari
pemerintah. “Insya Allah beliau menyambut positif pengusulan untuk dibangunnya
Sekolah Rakyat di Tarok City memanfaatkan tanah UNP,” ujarnya, mengutip laman
resmi UNP.
Berdasarkan laman resmi
Kementrian keuangan, Sekolah Rakyat sendiri adalah program pendidikan ber-asrama
gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk
kelompok miskin ekstrem, anak jalanan, dan masyarakat dengan keterbatasan
sosial ekonomi. Program ini mencakup jenjang pendidikan dari SD hingga SMA,
dengan seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari biaya pendidikan,
tempat tinggal, konsumsi, hingga layanan kesehatan.
Selain memberikan
akses pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga dirancang untuk membekali siswa
dengan keterampilan hidup, pembinaan karakter, serta nilai kepemimpinan dan
nasionalisme. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak
hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di
masyarakat.
Di sisi lain,
pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat, masih
menjadi tantangan. Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai dapat menjadi solusi
alternatif untuk menjangkau kelompok yang selama ini sulit mengakses pendidikan
menengah.
Program ini juga
merupakan bagian dari inisiatif nasional pemerintah dalam memutus rantai
kemiskinan melalui pendidikan. Pada 2025, program ini menargetkan sekitar 9.700
hingga 15.000 siswa, dan meningkat menjadi 30.000 siswa pada 2026. Dalam jangka
panjang, pemerintah menargetkan hingga 100.000 anak dapat terjangkau, bahkan
mencapai 500.000 siswa pada 2030 melalui pengembangan 200 titik sekolah di
seluruh Indonesia.
UNP sendiri telah
memulai program Sekolah Rakyat sejak tahun 2025 dengan memanfaatkan fasilitas
yang ada, seperti kompleks Sekolah Pembangunan dan asrama kampus. Dengan adanya
rencana pembangunan gedung khusus, proses pembelajaran diharapkan dapat
berlangsung lebih optimal dan terfokus.
Melalui rencana
pembangunan di UNP Tarok City, pendidikan tidak hanya menjadi hak bagi
sebagian kalangan, tetapi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Gagasan ini
juga dapat menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi
dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Penulis : Ivana
Anindya Mulkan – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
