Cerita Band SDA yang Tumbuh dari UKM Seni di Politeknik Negeri Padang

Penampilan Band UKM Seni dalam event Spectrum of Creativity PKTOS 2025 di Politeknik Negeri Padang, Minggu (19 November 2025). 

Foto: Jurnalis Crewpers



CREWPERS.ID - Suara gitar yang mengalun pelan berpadu dengan dentuman drum yang stabil menciptakan suasana hangat di sebuah ruangan sederhana di Politeknik Negeri Padang. Ruangan yang dikenal sebagai sekretariat UKM seni itu menjadi tempat berkumpulnya sekelompok mahasiswa Angkatan 2025 yang menyalurkan minat mereka di bidang musik. Dari tempat itulah lahir sebuah band yang mereka beri nama SDA (Selamat Dunia Akhirat).

Band ini terbentuk dari kebersamaan yang awalnya tidak direncanakan. Para anggotanya sering bertemu dan bermain musik bersama ketika mengikuti berbagai kegiatan di UKM seni, khususnya pada kegiatan PKTOS semester ganjil yang berlangsung pada 20 Oktober hingga 26 Oktober 2025. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa baru banyak menghabiskan waktu bersama, baik saat mengikuti kegiatan organisasi maupun ketika berkumpul di sekretariat UKM. Melihat potensi tersebut, beberapa abang tingkat kemudian menyarankan mereka untuk membentuk sebuah grup musik yang lebih terorganisasi. Saran itu pun diterima dengan antusias oleh para anggota. Dari situlah perjalanan band SDA dimulai, sebagai wadah untuk menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan kemampuan bermusik mereka.

Muhammad Rooben (19), mahasiswa Program Studi D3 Teknik Sipil yang berperan sebagai vokalis, menjelaskan bahwa proses latihan mereka berlangsung cukup fleksibel. Menurutnya, setiap latihan biasanya dimulai dengan menentukan lagu yang akan dimainkan, kemudian menyesuaikan nada agar sesuai dengan karakter vokalnya.

“Latihan biasanya tergantung lagu. Kami menyesuaikan dengan nada vokal, lalu dibagikan kepada teman-teman yang memainkan alat musik lain agar semuanya bisa disatukan,” ujarnya.

Genre musik yang mereka bawakan cenderung mengarah pada pop dengan sentuhan rock. Para anggota bahkan menyebut gaya musik mereka dengan istilah “kopang”, yaitu perpaduan antara musik pop yang ringan dengan nuansa rock yang lebih kuat.

Setiap anggota memiliki peran penting dalam membangun harmoni musik mereka. Ilham Efendi (19), mahasiswa D3 Teknik Elektronika yang berperan sebagai gitaris, biasanya menjadi orang pertama yang mencari nada yang sesuai dengan vokal. Setelah menemukan nada yang tepat, ia kemudian mengembangkan aransemen gitar hingga menghasilkan komposisi yang selaras dengan keseluruhan lagu.

Proses tersebut terkadang harus diulang beberapa kali, terutama jika terjadi perubahan nada dari vokalis. Hal ini menuntut setiap anggota untuk saling mendengarkan dan menyesuaikan permainan mereka.

Hal serupa juga dirasakan oleh Farid Andika Pratama (19), mahasiswa D3 Teknik Sipil yang memainkan bass. Ia harus memastikan permainan bass tetap selaras dengan gitar agar ritme yang dihasilkan terasa seimbang. Sementara itu, Fajri Arrahman (19), mahasiswa D3 Teknik Elektronika yang berperan sebagai drummer, bertugas menjaga tempo permainan agar tetap stabil sepanjang lagu.

Latihan rutin biasanya dilakukan pada sore hingga malam hari di sekretariat UKM. Meskipun latihan sering dilakukan hampir setiap hari, mereka tetap membatasi intensitasnya agar tidak berlebihan. Menurut Fajri, menjaga kondisi fisik menjadi hal penting agar mereka dapat bermain secara maksimal.

Dalam satu sesi latihan, mereka biasanya menargetkan satu hingga dua lagu agar dapat dimainkan dengan lebih matang. Proses latihan juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling berdiskusi, memperbaiki kesalahan, serta meningkatkan kekompakan dalam bermain musik.

Dalam pemilihan lagu, mereka tidak membatasi diri pada satu jenis musik saja. Lagu-lagu berbahasa Indonesia menjadi prioritas utama, tetapi mereka juga terbuka untuk memainkan lagu berbahasa Inggris. Beberapa karya dari band terkenal seperti Dewa, Sheila on 7, T.R.I.A.D, hingga Superman Is Dead sering mereka bawakan dalam sesi latihan.

Meski masih tergolong baru dan belum banyak berkolaborasi dengan UKM lain, band SDA telah menemukan kenyamanan dalam proses bermusik bersama. Bagi mereka, bergabung dalam UKM seni bukan hanya tentang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang belajar, berbagi pengalaman, serta menikmati musik sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa.

Keunikan band ini terletak pada karakter vokal yang khas dengan warna suara bass yang kuat. Hal tersebut menjadi identitas tersendiri yang membedakan mereka dari grup lain. Lebih dari sekadar hobi, SDA menjadi ruang bagi para anggotanya untuk berkembang, berekspresi, dan membangun kebersamaan melalui musik yang mereka mainkan.

 

 

 

Jenis berita     : Feature - Budaya dan Seni

Jurnalis           : Vadini Dwi Susanti 3B D4 Bahasa Inggris

Editor             : Zahira Yelsa Ilyana 3B D4 Bahasa Inggris 



 

Previous Post Next Post