Ilustrasi seorang
mahasiswi menggunakan laptop sambil membaca dokumen di area kampus.
Foto:
istock (Zoran Zeremski)
CREWPERS.ID
– Penggunaan laptop telah menjadi elemen fundamental dalam kehidupan akademik
mahasiswa modern. Di lingkungan kampus dan ruang belajar, mahasiswa kini
menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar
untuk mengerjakan tugas hingga menyusun laporan akhir. Namun, di balik
efisiensi tersebut, terdapat ancaman kesehatan fisik berupa gangguan postur
tubuh dan nyeri punggung bawah (low back pain) yang mulai menyerang
mahasiswa di usia muda.
Kondisi
ini umumnya terjadi ketika mahasiswa duduk lama dengan posisi tubuh yang tidak
ergonomis. Menurut
Kementerian Kesehatan pada 2022, posisi duduk statis dalam waktu panjang dapat
meningkatkan beban pada tulang belakang dan menyebabkan ketegangan otot yang
memicu nyeri punggung bawah. Meskipun gejalanya sering dirasakan, banyak
mahasiswa cenderung mengabaikan rasa nyeri tersebut dan menganggapnya sebagai
kelelahan sementara. Minimnya kesadaran untuk melakukan peregangan atau
mengatur posisi duduk yang benar menjadi faktor utama mengapa masalah kesehatan
tulang belakang ini semakin marak terjadi di lingkungan pendidikan tinggi.
Bagi
mahasiswa yang sedang menempuh semester akhir, intensitas penggunaan laptop
meningkat secara signifikan. Tekanan untuk menyelesaikan penelitian memaksa
mereka mengabaikan kenyamanan posisi duduk demi mengejar target penulisan.
"Dalam
sehari, saya bisa menghabiskan waktu sekitar lima jam di depan layar untuk
mengerjakan revisi dan bimbingan. Rasa kaku di bagian punggung bawah sering
kali sangat mengganggu, bahkan terkadang saya kesulitan untuk langsung berdiri
tegak setelah duduk terlalu lama," ungkap Annisa Ramadhani (22), seorang
mahasiswa Universitas Andalas. Ia mengakui bahwa fokus pada tenggat waktu
sering kali membuatnya lupa untuk memperhatikan aturan posisi duduk yang sehat.
Perspektif serupa juga disampaikan oleh mahasiswa lainnya yang merasakan dampak dari rutinitas perkuliahan yang padat. "Nyeri punggung seolah telah dianggap sebagai hal yang wajar di kalangan teman-teman. Padahal, jika rasa nyeri itu muncul terus-menerus, konsentrasi saat belajar pasti akan menurun drastis," jelas Gina Putri (21), mahasiswa Universitas Andalas. Menurutnya, masalah ini harus mulai dipandang sebagai isu kesehatan yang serius dan bukan sekadar keluhan fisik biasa.
Dalam publikasi terbarunya pada 2024,
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa low back pain merupakan kondisi nyeri
pada bagian punggung bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan
berpotensi menyebabkan keterbatasan gerak jika tidak ditangani dengan baik. Secara medis, posisi membungkuk
saat menatap layar dalam waktu lama memberikan beban berlebih pada otot dan
struktur tulang belakang. Jika kebiasaan ini terus berlanjut tanpa ada tindakan
pencegahan, risiko
terjadinya kelainan postur permanen di masa depan akan semakin tinggi.
Oleh
karena itu, mahasiswa diimbau untuk lebih disiplin dalam menjaga posisi tubuh
yang benar saat belajar. Langkah-langkah sederhana seperti mengatur ketinggian
layar laptop agar sejajar dengan mata dan melakukan peregangan setiap satu jam
sekali sangat disarankan. Menjaga kesehatan fisik adalah investasi krusial
untuk memastikan kelancaran aktivitas akademik hingga mencapai kelulusan
Jenis
Berita :
Softnews
Penulis : Maisyah Saidah – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
