Tren Bersepeda di Kalangan Gen Z: Gaya Hidup Sehat di Tengah Padatnya Aktivitas Kuliah

Tiga mahasiswi bersepeda melintasi kawasan Bank Indonesia Padang, Jalan Batang Arau, Kota Padang, Selasa, 21 April 2026.

Foto: Regina Putri / Crewpers



CREWPERS.ID – Bersepeda kini kembali menjadi tren yang digemari, terutama di kalangan Gen Z. Media sosial menjadi salah satu faktor yang turut mendorong popularitas aktivitas ini melalui berbagai konten gowes santai, dokumentasi perjalanan, dan eksplorasi rute-rute menarik yang membuat bersepeda terlihat lebih mengasyikkan.

Kembalinya tren ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh di tengah rutinitas perkuliahan yang padat. Menurut Alodokter, bersepeda merupakan olahraga berdampak rendah (low-impact) yang efektif meningkatkan kebugaran tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi. Banyak orang, khususnya mahasiswa, memanfaatkan waktu luang mereka untuk bersepeda.

Salah satunya Salsa Diva Maharani (22), mahasiswi Jurusan Keuangan Negara Universitas Andalas, mengatakan bahwa bersepeda termasuk olahraga dengan intensitas sedang karena masih memungkinkan dilakukan sambil mengobrol tanpa merasa terlalu terengah-engah.  “Biasanya saya menempuh sekitar 5 km dengan durasi 15 menit,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Zahra Putri Salsabila (21), mahasiswi Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Padang, yang menilai bahwa konsistensi bersepeda umumnya muncul karena sudah menjadi kebutuhan, bukan sekadar hobi. “Menurutku, konsistensi bersepeda itu biasanya karena sudah jadi kebutuhan, bukan sekadar hobi. Selain bikin badan lebih sehat, juga bisa jadi cara refreshing dari rutinitas, jadi lebih mudah dijaga konsistensinya,” ujarnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Sarah Marsela (21), mahasiswi Jurusan Manajemen Universitas Putra Indonesia, yang menyebutkan bahwa ia bersepeda sekitar 2–3 kali dalam seminggu. “Aktivitas ini saya lakukan sebagai kegiatan untuk melepas penat setelah perkuliahan,” ujarnya.

Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Ihdishi Hakim (23), mahasiswi Psikologi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. “Menurutku, olahraga sepeda itu aktivitas olahraga yang fun dan menyehatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, soal target dalam bersepeda tergantung tujuan masing-masing, mulai dari santai tanpa target hingga menggunakan patokan jarak, kecepatan, atau waktu agar lebih terarah dan memberikan rasa pencapaian.

Sementara itu, Tiara Wilmas (21), mahasiswi Keperawatan STIKes Alifah Padang, juga mengungkapkan bahwa bersepeda menjadi cara menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah kesibukan skripsi. “Aku pakai aplikasi Strava buat tracking progress dengan jarak minimal 20 – 30 km per sesi dan waktu tempuh sekitar 1–1,5 jam per ride,” ujarnya.

Bagi para mahasiswi ini, bersepeda bukan lagi sekadar olahraga, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup yang membantu mereka tetap sehat secara fisik dan jernih secara mental di tengah padatnya kehidupan kampus.



Jenis Berita: Softnews

Jurnalis: Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor: Lega Ariski – 3B Bahasa Inggris untuk KBP

Previous Post Next Post