Ayam Rica Rica Mas Bagus Pondok, Sensasi Pedas Seimbang yang Viral dan Bikin Ketagihan

Sajian ayam rica-rica di Ayam Rica-Rica Mas Bagus, kawasan Pondok, Kota Padang, Kamis 30 April 2026.

Foto: Crewpers



CREWPERS.ID Di kawasan Pondok, Kota Padang, aroma cabai sering tercium dari sebuah rumah makan sederhana. Aroma tersebut kerap menarik perhatian orang yang melintas. Dari dapur terbuka, suara masakan yang sedang dimasak terdengar jelas. Di tempat ini berdiri Ayam Rica-Rica Mas Bagus, yang kini mulai dikenal dan ramai dibicarakan, termasuk di media sosial seperti TikTok.

Tempat ini dikenal karena menu ayam rica-ricanya. Rasa yang ditawarkan tidak hanya pedas, tetapi juga memiliki perpaduan gurih dan sedikit manis. Banyak pengunjung menilai rasanya pas dan tidak berlebihan. Pedasnya terasa, tetapi tetap nyaman di lidah. Tekstur ayamnya juga dinilai tetap renyah di luar dan lembut di dalam.

Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 11.30 hingga 23.00, sehingga bisa dikunjungi saat siang maupun malam hari. Bagi yang tidak sempat datang langsung, menu Ayam Rica-Rica Mas Bagus juga dapat dinikmati melalui layanan GoFood dan GrabFood.

Nama Ayam Rica-Rica Mas Bagus semakin dikenal setelah beberapa video tentang tempat ini beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat ayam rica-rica dengan sambal merah yang menarik perhatian. Beberapa orang menyebut rasanya berbeda dari yang lain. Hal ini membuat banyak orang penasaran dan datang untuk mencoba secara langsung.

Tak hanya soal rasa, suasana tempat juga menjadi nilai tambah. Dengan konsep dapur terbuka, pengunjung bisa melihat langsung proses memasak. Hal ini memberikan kesan transparansi sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas makanan. Pengunjung yang memperhatikan dapur akan melihat bahwa kondisinya bersih dan bahan yang digunakan tampak segar.

Salah satu pelanggan, Alhayyu Zahwa Novitri (21), ia hampir setiap minggu datang ke tempat ini. “Saya sudah coba banyak ayam rica di Padang, tapi di sini yang paling konsisten rasanya. Pedasnya nggak cuma sekadar pedas, tapi ada gurihnya,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa porsi yang disajikan cukup mengenyangkan dengan harga yang masih terjangkau.

Dari segi harga, menu di tempat ini berada pada kisaran puluhan ribu rupiah. Menu ayam rica-rica dijual sekitar Rp40.000. Dengan harga tersebut, pelanggan sudah mendapatkan porsi yang cukup. Hal ini membuat tempat ini diminati oleh berbagai kalangan, baik warga lokal maupun pengunjung dari luar kota.

Salah satu staf yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan pendapat. “Kami selalu jaga rasa dan kualitas. Bumbu rica itu kuncinya di keseimbangan, bukan cuma pedas,” katanya. Ia menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan dengan perhatian khusus agar ayam tetap juicy di dalam namun renyah di luar.

Menariknya, banyak pengunjung yang awalnya datang karena rekomendasi media sosial, justru kembali karena pengalaman langsung mereka. Beberapa bahkan menyebut tempat ini sebagai “hidden gem” di Padang.

Keberhasilan Ayam Rica-Rica Mas Bagus juga mencerminkan perubahan tren kuliner saat ini. Media sosial memainkan peran besar dalam memperkenalkan tempat-tempat makan lokal ke audiens yang lebih luas. Namun, viralitas saja tidak cukup. Tanpa kualitas rasa yang konsisten, tempat seperti ini sulit bertahan lama.

Di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat, Ayam Rica-Rica Mas Bagus menunjukkan bahwa kesederhanaan bisa menjadi kekuatan. Dengan menu yang fokus, rasa yang terjaga, dan harga yang bersahabat, tempat ini berhasil mencuri perhatian, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Pada akhirnya, cerita tentang ayam rica-rica ini bukan hanya soal makanan. Ia menjadi contoh bagaimana pengalaman kuliner, testimoni pelanggan, dan kekuatan media sosial bisa berpadu menciptakan sebuah fenomena. Dari dapur kecil di Pondok, cita rasa pedas itu kini menjangkau lebih banyak orang, satu suapan dalam satu waktu.

 


Jenis Berita                : Feature

Penulis                        : Nur Aisyah Rahmadani Tanjung – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor                         : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

 

 

 

Previous Post Next Post