Tren Tumbler di PNP Picu Gaya Hidup Sehat, Mahasiswa Mulai Rutin Minum Air

Foto: Ilustrasi (Getty Images)



Fenomena penggunaan tumbler belakangan ini kembali ramai di kalangan mahasiswa, termasuk di lingkungan Politeknik Negeri Padang (PNP). Tidak hanya menjadi bagian dari tren gaya hidup, penggunaan tumbler kini juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan, terutama dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Di berbagai media sosial seperti TikTok dan Instagram, tumbler kerap ditampilkan dalam konten gaya hidup sehat. Banyak kreator membagikan rutinitas minum air harian yang secara tidak langsung mendorong audiens untuk melakukan hal serupa. Hal ini memicu munculnya fenomena fear of missing out (FOMO), di mana individu terdorong mengikuti tren agar tidak merasa tertinggal.

Namun, di balik dorongan tersebut, terdapat dampak positif. Kebiasaan membawa tumbler membuat seseorang lebih mudah mengontrol asupan air minum setiap hari. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan bahwa air merupakan komponen utama tubuh manusia, dengan proporsi sekitar 60 hingga 70 persen, sehingga kebutuhan cairan harus dipenuhi secara cukup setiap hari.

Kekurangan cairan dapat berdampak pada kondisi fisik, seperti kelelahan, sakit kepala, hingga menurunnya konsentrasi. Bahkan, kondisi tersebut juga dapat mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan jika terjadi dalam jangka waktu lama.

Dikutip dari laporan Antara pada 7 Mei 2024, dokter spesialis penyakit dalam RS Dr. Sardjito, dr. Metalia Puspitasari, menjelaskan bahwa tubuh terus kehilangan cairan setiap hari, tidak hanya melalui keringat, tetapi juga melalui urine dan proses pernapasan.

Fenomena ini juga terlihat dalam aktivitas sehari-hari mahasiswa di kampus. Penggunaan tumbler semakin mudah ditemukan, baik saat perkuliahan maupun aktivitas di luar kelas.

Regina (21), seorang mahasiswi Politeknik Negeri Padang, mengaku awalnya tertarik menggunakan tumbler karena tren di media sosial. “Awalnya cuma ikut-ikutan, terus lihat bentuknya lucu, jadi pengen punya juga,” ujarnya. Seiring waktu, kebiasaan tersebut justru membawa perubahan dalam kesehariannya. “Sejak punya tumbler, aku jadi lebih sering minum air. Badan juga terasa lebih segar dibanding sebelumnya,” tambahnya.

Kebiasaan minum air yang cukup juga berperan dalam membantu ginjal bekerja lebih optimal, mengeluarkan racun dari tubuh, serta menurunkan risiko penyakit seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Selain itu, peningkatan konsumsi air putih juga dapat mendorong seseorang mengurangi minuman manis, yang berdampak baik dalam menekan risiko kelebihan gula.

Meski berawal dari FOMO, penggunaan tumbler di kalangan mahasiswa PNP dapat menjadi pintu masuk menuju pola hidup yang lebih sehat. Kebiasaan sederhana ini berpotensi membentuk rutinitas yang konsisten, selama diikuti dengan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

 

Jenis Berita​     : Softnews

Penulis            : Yessa Rahmanelvi – 3A D4 Bahasa Inggris KBP 

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP 

 

 

Previous Post Next Post