Sejumlah peserta dan pendamping menunggu di area luar lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di di UPT Bahasa, Universitas Andalas, Padang, Jumat, 24 April 2026.
Foto: Zahra
CREWPERS.ID - Pelaksanaan
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 berlangsung dengan pengawasan ketat.
Suasana ujian yang terasa lebih tertib dan kondusif di tengah upaya panitia
memperketat sistem keamanan meski isu kecurangan masih menjadi perhatian.
Pengawasan ini adalah upaya mencegah kebocoran soal yang sering terjadi tiap
tahunnya.
Salah satu peserta, Zahra,
merasakan perbedaan tersebut saat mengikuti ujian pada Jumat, 24 April 2026
sesi kedua. Ia menilai suasana ujian tahun ini lebih tertib, didukung jumlah
peserta yang lebih terbatas dalam satu ruangan sehingga proses pengerjaan soal
berlangsung lebih tenang. Menurutnya, pengawasan yang lebih tegas membuat
peserta lebih fokus selama ujian.
“Pelaksanaan UTBK tahun ini
terasa lebih ketat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa
kondisi ruang ujian yang diisi sekitar 20 peserta turut menciptakan suasana
yang lebih kondusif. Hal tersebut membuat peserta dapat lebih berkonsentrasi
tanpa gangguan selama mengerjakan soal.
Meski demikian, di tengah
pengawasan yang diperketat, kasus kecurangan masih ditemukan dalam pelaksanaan
UTBK 2026. Melansir dari laman dpr.go.id, tercatat sebanyak 2.640 peserta
terindikasi melakukan kecurangan sejak awal pelaksanaan UTBK pada 21 April 2026
lalu. Panitia menemukan beragam modus, mulai dari penggunaan joki dengan
identitas palsu, pemalsuan dokumen, alat komunikasi tersembunyi, hingga taktik
manipulatif untuk mengelabui pengawas.
Isu tersebut juga mendapat
perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mendorong penguatan sistem
pengawasan agar pelaksanaan ujian dapat berjalan lebih transparan dan adil.
Peserta lain, Chelsi Lia
Mahesya, yang sebelumnya telah diterima di Universitas Andalas jurusan Ekonomi,
kembali mengikuti UTBK untuk mencari jurusan yang lebih sesuai dengan minatnya.
Sebagai peserta yang mengikuti UTBK untuk kedua kalinya, ia menilai pelaksanaan
ujian tahun ini terasa lebih menantang dan menuntut persiapan yang lebih
matang.
“Menurut saya pengawasan ujian
tahun ini lebih ketat dibanding sebelumnya, karena saya tidak mendengar adanya
isu kecurangan,” ujarnya.
Bagi peserta seperti Chelsi,
pelaksanaan UTBK tahun ini menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan
sebelumnya, terutama dalam hal pengawasan dan suasana ujian. Dengan berbagai persiapan
yang telah dilakukan, ia kini menunggu hasil ujian sebagai langkah berikutnya
dalam menentukan pilihan studi ke depan.
Jenis
Berita : Soft news – Pendidikan
Penulis :
Nurul Aisyah Haq – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor :
Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KB
