Bahaya Konsumsi Minuman Vitamin C Berlebihan, Masyarakat Diimbau Lebih Bijak

 

Botol minuman vitamin C kemasan merek YOU•C1000 rasa jeruk tampak berdiri tegak dengan latar belakang hitam.

Foto: Almer Farrel Ghifari



CREWPERS.ID - Minuman vitamin C kemasan semakin populer karena dianggap praktis untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Banyak orang mengonsumsinya saat merasa lelah, kurang fit, atau ketika aktivitas sehari-hari sedang padat. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa konsumsi vitamin C secara berlebihan tidak selalu memberikan manfaat tambahan bagi tubuh dan justru berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Menurut National Institutes of Health (NIH) melalui Office of Dietary Supplements dalam Vitamin C Fact Sheet for Health Professionals pada 2025, kebutuhan vitamin C harian orang dewasa berkisar antara 75–90 mg per hari. Sementara itu, batas atas konsumsi yang masih dianggap aman adalah 2.000 mg per hari. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengonsumsi vitamin C sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Kesadaran mengenai pentingnya mengonsumsi vitamin C secara bijak mulai dirasakan oleh sebagian konsumen. Maisyah Saidah (22), mahasiswa Politeknik Negeri Padang, mengaku sering mengonsumsi minuman vitamin C seperti YOU•C1000 saat aktivitas kuliah sedang padat.

"Saya cukup sering minum YOU•C1000 ketika merasa lelah atau kurang fit. Rasanya segar dan praktis. Namun setelah mengetahui bahwa kandungan vitamin C dalam satu botol cukup tinggi, saya mulai membatasi konsumsinya dan tidak meminumnya setiap hari," ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Almer Farrel Ghifari (21), mahasiswa Politeknik Negeri Padang, yang sebelumnya menganggap vitamin C dapat dikonsumsi sesering mungkin tanpa risiko.

"Saya biasanya minum minuman vitamin C saat mulai merasa flu atau ketika banyak pekerjaan. Awalnya saya berpikir semakin banyak vitamin C yang dikonsumsi maka semakin baik. Setelah mencari informasi kesehatan, saya jadi lebih berhati-hati dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan," katanya.

Menurut Prof. Hardinsyah, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, kebutuhan vitamin C sehari-hari sebaiknya dipenuhi melalui konsumsi buah dan sayur segar. Ia menjelaskan bahwa sumber alami vitamin C lebih dianjurkan karena juga mengandung serat, vitamin lain, dan berbagai zat gizi pendukung yang bermanfaat bagi tubuh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam artikel IPB University berjudul "Seberapa Penting Vitamin C bagi Tubuh? Ini Penjelasan Pakar Gizi IPB University" yang dipublikasikan pada Januari 2026.

Kebiasaan tersebut perlu diperhatikan karena konsumsi vitamin C dalam jumlah besar tidak selalu memberikan manfaat yang lebih baik bagi tubuh. Dalam artikel Vitamin C Overview 2025, Mayo Clinic menjelaskan bahwa vitamin C memang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem imun, membantu proses penyembuhan luka, serta mendukung pembentukan kolagen. Namun, kebutuhan vitamin C umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan sehat yang kaya buah dan sayuran.

Pada artikel Is It Possible to Take Too Much Vitamin C? 2025, Mayo Clinic menjelaskan bahwa konsumsi vitamin C dosis tinggi, terutama dari suplemen atau minuman dengan kandungan vitamin C yang tinggi, dapat menyebabkan diare, mual, sakit perut, kram perut, hingga heartburn. Pada sebagian individu, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membaca informasi nilai gizi pada kemasan minuman sebelum mengonsumsinya. Pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta konsumsi buah dan sayur secara rutin tetap menjadi cara yang lebih dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Dengan demikian, manfaat vitamin C dapat diperoleh secara optimal tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi yang berlebihan.



Penulis            : Adinda Aulia Puti – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Previous Post Next Post