Daun Kelor Kembali Dilirik untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat

 

Daun kelor segar beserta olahan berbahan dasar kelor ditampilkan sebagai salah satu tanaman yang mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai minuman herbal dan pendukung gaya hidup sehat.

Foto: Ilustrasi (Pinterest)

CREWPERS.ID – Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat membuat berbagai bahan pangan alami kembali diminati, salah satunya daun kelor. Tanaman yang mudah ditemukan di pekarangan rumah ini kini tidak hanya diolah sebagai sayuran, tetapi juga dikonsumsi dalam bentuk teh herbal maupun air rebusan.

Daun kelor atau Moringa oleifera diketahui mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, serta antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam artikel kesehatan yang dipublikasikan Halodoc tahun 2025, daun kelor juga disebut memiliki berbagai kandungan nutrisi yang dapat membantu mendukung kesehatan tubuh apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Selain dimanfaatkan sebagai minuman herbal, daun kelor juga menjadi perhatian para peneliti. Berbagai studi terus dilakukan untuk melihat manfaat tanaman ini dalam mendukung kesehatan, termasuk sebagai bahan pangan tambahan untuk membantu mengatasi masalah gizi.

Berdasarkan laporan Kompas.com yang memuat hasil penelitian BRIN, daun kelor dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam program perbaikan gizi masyarakat. Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN, Dini Ariani, menyebutkan hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap balita stunting di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam laporan Kompas.com, Dini Ariani menyebutkan, “Hasilnya cukup menggembirakan. Sebanyak 44,83 persen balita mengalami peningkatan kadar hemoglobin dan 68,97 persen sudah mencapai kadar Hb normal.”

Menurut Dini, hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan pangan lokal seperti daun kelor dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat apabila diolah dan dimanfaatkan secara tepat.

Manfaat daun kelor juga dirasakan oleh sebagian masyarakat yang mengonsumsinya secara rutin. Salah satunya Diana (52), warga Padang, yang mulai mengonsumsi air rebusan daun kelor sejak enam bulan terakhir sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat.

“Awalnya saya hanya ikut saran teman. Setelah rutin minum air rebusan daun kelor dua sampai tiga kali seminggu, badan terasa lebih segar dan saya tidak mudah lelah saat beraktivitas. Tidur juga terasa lebih nyenyak,” ujarnya.

Meski merasakan manfaat tersebut, Diana mengaku tetap menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur. Menurutnya, daun kelor bukan pengganti makanan bergizi maupun pengobatan medis, melainkan pelengkap untuk mendukung kesehatan sehari-hari.

“Saya tetap makan makanan bergizi dan olahraga teratur. Daun kelor bagi saya hanya salah satu cara untuk membantu menjaga kebugaran,” tambahnya.

Meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap daun kelor menunjukkan bahwa bahan pangan lokal masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, menjaga kesehatan tetap tidak bergantung pada satu jenis makanan saja, melainkan juga pada pola hidup yang seimbang dan kebiasaan sehat yang dilakukan secara rutin.

 




Penulis            : Yessa Rahmanelvi – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP


Previous Post Next Post