![]() |
Salah
satu ilustrasi dalam buku Merangkai Kisah Minang: From Reading to Writing
Summary and Paraphrase for EFL Language Learners yang mengangkat
budaya Sumatra Barat.
|
Foto:
Rahma Aurella |
CREWPERS.ID – Sebuah buku ilustrasi yang mengangkat kekayaan budaya Sumatra
Barat berhasil terbit pada Agustus 2025 lalu melalui kolaborasi dosen dan
mahasiswa. Karya literasi ini dirancang khusus sebagai media pembelajaran
bahasa Inggris berbasis English as a Second Language (ESL). Melalui buku
yang berjudul “Merangkai Kisah Minang: From Reading to Writing Summary and
Paraphrase for EFL Language Learners” ini, pembaca dapat mempelajari bahasa
internasional sekaligus mendalami kearifan lokal Minangkabau.
Lahirnya proyek kreatif ini
bermula dari kejadian unik saat momentum ujian di kelas. Dosen pembimbing, Dr. Yohanneshannes
Telaumbanua, M.Pd, tertarik melihat bakat menggambar salah satu mahasiswa bernama
Sofie Amelia Puteri di tengah pelaksanaan ujian. Setelah ujian usai, Yohannes
mengajak Sofie berdiskusi untuk mengembangkan bakat tersebut menjadi sebuah
karya konkret. Sofie kemudian menggandeng rekannya, Rahma Aurella, hingga
akhirnya pertemuan tidak sengaja itu berkembang menjadi proyek buku ilustrasi.
Ide pengembangan buku ini
didasari atas keinginan untuk mengenalkan budaya Sumatra Barat ke ranah yang
lebih luas melalui media berbahasa Inggris. Format buku kemudian dikemas secara
visual agar lebih memikat bagi pembelajar bahasa.
"Buku ini dibuat untuk
mengenalkan budaya Sumbar secara global, makanya kami menggunakan bahasa
Inggris agar bisa menjangkau pembaca yang lebih beragam," ujar Rahma.
Konten yang diangkat dalam buku
ini mengulas kekayaan lokal, seperti sejarah Minangkabau, makanan khas, tarian
adat, hingga destinasi wisata Sumatra Barat. Narasi di dalamnya disajikan
melalui paragraf ringan yang dipadukan dengan ilustrasi visual yang kuat.
Pendekatan visual ini dipilih agar materi pembelajaran tetap terasa
menyenangkan dan mudah dipahami oleh pembaca.
Selain menyimak cerita, pembaca
dapat melatih kemampuan membaca komprehensif melalui aktivitas merangkum isi
tulisan. Buku ini juga dilengkapi dengan bagian glosarium khusus untuk membantu
pembaca menguasai kosakata baru. Dengan format interaktif tersebut, buku ini
ditargetkan bagi pelajar tingkat sekolah menengah pertama hingga masyarakat
umum yang gemar membaca.
Dalam proses pengerjaan, Rahma
dan Sofie bertanggung jawab penuh dalam menyusun alur cerita serta menggambar
seluruh ilustrasi. Sementara itu, Yohannes bertindak sebagai pembimbing yang
meninjau kesesuaian topik sekaligus menerjemahkan teks ke dalam bahasa Inggris.
Pengumpulan materi mereka lakukan melalui teknik wawancara langsung, riset
internet, video, hingga referensi buku sejarah. Setelah data terkumpul, tim
menyusun draf cerita dalam bahasa Indonesia sebelum masuk ke tahap penerjemahan
dan revisi final.
Proyek literasi yang dirintis
sejak November 2023 ini berhasil dirampungkan pada Agustus 2025. Meski baru
diterbitkan dalam skala nasional tanpa ISBN, tim mengaku puas karena mampu
menuntaskan komitmen selama hampir dua tahun. Selama masa produksi, tantangan
terbesar yang mereka hadapi adalah rasa jenuh dan kebuntuan ide dalam menggambar
ilustrasi. Guna mengatasinya, Rahma dan Sofie aktif melakukan diskusi kelompok
serta mencari referensi visual baru.
“Ini menjadi pengalaman baru
bagi saya dan saya merasa bangga,” ujar Sofie.
Melalui keberhasilan penerbitan
mandiri ini, Rahma membagikan motivasi penting mengenai pentingnya mengambil
peluang kolaborasi di lingkungan kampus.
"Kalau ada kesempatan untuk
terlibat dalam proyek positif bersama dosen, jangan ragu untuk mencoba. Selain
menambah pengalaman, kegiatan seperti ini juga bisa menjadi portofolio dan
membuka peluang baru di masa depan," tutupnya.
Jurnalis : Dina Safira – 3A D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
Editor : Rahma Aurella – 3A D4
Bahasa Inggris untuk KBP
