Gema
Febriansyah, M.Hum., dosen muda sekaligus Ketua Program Studi D4 Bahasa Inggris
untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Politeknik Negeri Padang.
Foto:
Gema Febriansyah
CREWPERS.ID
– Kepercayaan
untuk memimpin sebuah program studi umumnya diberikan kepada dosen yang telah
lama berkecimpung dalam dunia akademik. Namun, amanah tersebut kini diemban
oleh Gema Febriansyah, M.Hum., salah satu dosen Program Studi D4 Bahasa Inggris
untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Politeknik Negeri Padang (PNP) yang
dilantik sebagai Ketua Program Studi D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis
dan Profesional pada Maret 2026 lalu.
Perjalanan
dunia akademik Gema dimulai setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2015.
Ia kemudian melanjutkan studi Magister Linguistik di Universitas Padjadjaran
dan menyelesaikannya pada 2018. Setelah lulus, Gema kemudian mengawali karier
sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi swasta di Bandung. Pada 2023, ia
memutuskan pulang ke Sumatra Barat untuk mengabdi sebagai dosen honorer di PNP.
Ketekunannya berbuah manis ketika ia lulus seleksi ASN dan resmi diangkat
menjadi dosen tetap setahun kemudian di Politeknik Negeri Padang.
Gema
memiliki ketertarikan yang mendalam pada bidang linguistik dan riset ilmiah. Hal
ini yang mendasarinya untuk menempuh profesi sebagai dosen. Menurutnya, profesi
ini membuka peluang baginya untuk belajar pengetahuan baru sekaligus berbagi
ilmu kepada generasi muda. Mengajar dan meneliti juga menjadi tempat
berekspresi.
“Saya
suka meneliti, suka membuat riset dan artikel ilmiah. Selain itu, saya juga
senang mengajar dan berbagi. Pekerjaan yang bisa mengakomodasi semuanya ya
menjadi dosen,” ujarnya.
Kepercayaan
untuk memimpin program studi menjadi kejutan besar dalam perjalanan kariernya.
Gema resmi dilantik sebagai Ketua Program Studi D4 Bahasa Inggris untuk
Komunikasi Bisnis dan Profesional PNP pada 15 Maret 2026. Sebagai salah satu dosen
yang relatif muda secara karier, ia mengaku sempat terkejut sekaligus bangga
atas mandat tersebut
“Perasaannya
tentu bangga, kaget juga. Tapi saya bersyukur karena telah dipercaya.
Ini menjadi nilai plus bagi saya dan tentu saya senang dengan kepercayaan yang
diberikan,” ungkapnya.
Posisi
sebagai ketua program studi membawa tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan
tugasnya sebagai dosen. Selain memastikan proses perkuliahan mahasiswa berjalan
dengan baik, ia juga mulai terlibat dalam berbagai urusan akademik dan
pengelolaan program studi yang sebelumnya belum pernah ia tangani secara
langsung.
Ia
memegang visi besar untuk membentuk identitas prodi D4 Bahasa Inggris PNP agar
memiliki nilai jual yang jauh lebih kuat dibanding program studi kebahasaan
umum. Melalui penyusunan kurikulum baru, ia menargetkan mahasiswa tidak sekadar
mahir berbahasa Inggris, tetapi juga mumpuni praktik komunikasi bisnis. Fokus
spesifik inilah yang dinilainya akan menjadi pembeda utama di pasar kerja
industri vokasi. Gema memandang segala hambatan yang terjadi sebagai proses
belajar yang wajib dilalui demi hasil yang lebih baik.
Meski
menjabat sebagai Ketua Program Studi, Gema dikenal sangat lekat dengan
kehidupan mahasiswa di luar kelas. Ia mengadopsi budaya akademik yang
dialaminya semasa kuliah, yakni mengedepankan prinsip hubungan yang egaliter.
Pola komunikasi ini mengurangi batas jarak sosial yang kaku tanpa menghilangkan
rasa hormat antarkedua belah pihak.
“Saya
selalu ingin egaliter dengan mahasiswa. Saya tidak ingin mahasiswa merasa takut
atau tidak nyaman ketika bertemu saya. Saya ingin mereka merasa bisa berdiskusi
dan bertukar pikiran,” jelasnya.
Ia
juga berharap budaya diskusi dapat tumbuh lebih kuat di lingkungan mahasiswa
Bahasa Inggris PNP. Menurutnya, mahasiswa perlu dibiasakan untuk saling melempar
argumen, membedah topik-topik berbobot, serta mengasah daya pikir kritis.
Kegiatan berkumpul di luar jam kuliah dapat bermanfaat menjadi ruang obrolan
yang produkif.
Ketika
berbicara mengenai persiapan menghadapi dunia kerja, Gema mengingatkan bahwa
pengalaman selama kuliah sebenarnya menjadi gambaran awal dari berbagai
dinamika yang akan ditemui setelah lulus. Menurutnya, proses berorganisasi,
berkomunikasi, menyelesaikan konflik, hingga beradaptasi dengan berbagai
karakter orang merupakan bagian dari pembelajaran yang akan berguna di dunia
profesional. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk tidak mudah menyerah
ketika menghadapi tantangan selama masa perkuliahan.
Pesan
tersebut menjadi pengingat yang terus ia pegang hingga saat ini. Menurutnya,
setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda sehingga tidak perlu mengukur
pencapaian diri berdasarkan langkah orang lain
“Jangan
pernah membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita adalah main character
dalam hidup kita masing-masing, sehingga setiap orang memiliki cerita dan
perjalanan yang berbeda,” tuturnya.
Penulis :
Ivana Anindya Mulkan – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
Narasumber : Gema
Febriansyah, M.Hum
