Simposium
Pendidikan Sumatera Barat 2026 yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) Universitas Adzkia dihadiri berbagai kalangan Untuk membahas kondisi
pendidikan saat ini. Kegiatan ini berlangsung di Adzkia Convention Center, Kota
Padang, pada 5 Maret 2026 dengan mengusung tema transformasi pendidikan menuju
Generasi Emas 2045.
Forum
ini menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan dan kebijakan
publik, di antaranya Prof. Dr. Irwan Prayitno, M.Sc sebagai tokoh pendidikan
nasional sekaligus Rektor
Universitas Adzkia, Arry Yuswandi, SKM., M.KM selaku Sekretaris Daerah Provinsi
Sumatera Barat, Dr. Alfroki Martha, M.Pd dari Dewan Pendidikan Sumatera Barat,
serta Sri Kumala Dewi, S.Pd.I dari Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Selain itu, hadir pula Muzammil Ihsan sebagai Koordinator Pusat BEM SI dan
Iranto selaku Koordinator Isu Pendidikan BEM SI yang menyuarakan berbagai persoalan
pendidikan di tingkat nasional dan daerah.
Salah
satu sorotan utama dalam simposium ini adalah tema “Gelap Gulita Pendidikan
Indonesia” yang menyoroti berbagai keresahan terhadap berbagai persoalan
mendasar dalam sistem pendidikan, khususnya di Sumatera Barat. Forum ini
mengungkap masih adanya ketimpangan akses dan kualitas pendidikan di sejumlah
daerah, terutama di daerah-daerah yang belum mendapatkan fasilitas memadai.
Ketua
pelaksana kegiatan, Haikal Fawzan Ramansyah, menegaskan bahwa simposium ini menjadi
wadah diskusi penting dalam merumuskan gagasan strategis.
“Simposium
ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan para pemangku kebijakan untuk menyampaikan
aspirasi serta merumuskan gagasan yang nantinya akan menjadi bahan kajian dalam
peringatan Hari Pendidikan Nasional,” ujarnya, dilansir dari laman Adzkia.
Dalam
forum tersebut, peserta juga mendorong pemerintah agar menjadikan sektor
pendidikan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan. Salah satu
rekomendasi yang disampaikan adalah pentingnya penguatan anggaran pendidikan,
khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, dosen, dan tenaga
pendidik lainnya.
Presiden
Mahasiswa UPI YPTK Padang, Putra Al Kahfi Harahap, turut menyoroti kondisi di
lapangan.
“Di
beberapa daerah masih ditemukan sekolah yang tidak memiliki sarana belajar yang
memadai, bahkan meja dan bangku yang layak untuk kegiatan belajar mengajar,”
ujarnya.
Selain
itu, penggunaan tagar #GelapGulitaPendidikanIndonesia mencuat sebagai simbol
keresahan mahasiswa terhadap ketimpangan pendidikan. Tagar ini menjadi bentuk
kritik sekaligus ajakan untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor
pendidikan.
Simposium
ini juga menghasilkan kesepakatan bersama antara mahasiswa dan akademisi untuk
mendorong transformasi pendidikan yang lebih adil dan berkualitas. Berbagai
gagasan yang dihimpun dari organisasi mahasiswa, termasuk BEM SI Wilayah
Sumatera Barat dan BEM UPI YPTK Padang, akan dirumuskan menjadi naskah
rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Melalui
forum ini, peserta berharap agar suara yang disampaikan tidak berhenti pada
diskusi semata, namun dapat diwujudkan melalui langkah nyata demi memperbaiki
kualitas pendidikan di Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya menuju
Indonesia Emas 2045.
Jenis
Berita : Soft News
Penulis
: Ayu Putri Jamalia – 3B D4
Bahasa Inggris untuk KBP
Editor :
Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
