Kesibukan kuliah dan aktivitas harian membuat
banyak mahasiswa memilih makanan cepat saji sebagai solusi praktis. Di tengah
gaya hidup yang serba cepat, junk food menjadi pilihan yang mudah dijangkau,
baik melalui restoran cepat saji maupun layanan pesan antar.
Kebiasaan ini kini menjadi pola umum di kalangan
anak muda, baik laki-laki maupun perempuan. Faktor kepraktisan, harga yang
relatif terjangkau, serta pengaruh lingkungan membuat makanan cepat saji
semakin diminati.
Bila (21), mahasiswi Politeknik Negeri Padang,
mengaku cukup sering mengonsumsi makanan cepat saji karena keterbatasan waktu.
“Hampir setiap hari saya makan junk food karena praktis. Tapi sekarang mulai
sadar karena sering merasa cepat lelah dan berat badan naik,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kepraktisan sering
kali menjadi alasan utama di balik pilihan makanan sehari-hari. Padahal, di
balik kemudahan tersebut, terdapat risiko kesehatan yang kerap diabaikan.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan,
makanan cepat saji umumnya mengandung kalori, lemak, gula, dan garam dalam
jumlah tinggi, namun rendah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi
secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas serta
berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
Selain itu, pola makan yang tidak seimbang juga
dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Dampaknya sering kali
muncul secara bertahap, mulai dari mudah lelah, hingga peningkatan berat badan
yang tidak disadari.
Tidak hanya berdampak pada fisik, kebiasaan
mengonsumsi junk food juga dapat memengaruhi kualitas kesehatan secara umum.
Kurangnya asupan nutrisi penting membuat daya tahan tubuh menurun dan tubuh
lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.
Meski praktis dan menggugah selera, para ahli
mengingatkan pentingnya menjaga pola makan seimbang. Mahasiswa diimbau untuk
mulai mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan beralih ke makanan yang lebih
bergizi, seperti sayur, buah, serta sumber protein alami.
Langkah sederhana seperti mengatur jadwal makan dan
menyiapkan makanan sendiri dapat menjadi solusi untuk tetap menjaga kesehatan
di tengah aktivitas yang padat. Dengan kesadaran tersebut, gaya hidup praktis
tetap dapat dijalani tanpa harus mengorbankan kesehatan di masa depan.
Jenis Berita : Soft
News
Penulis :
Dinda Yulia– 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Delia Novitri Delin– 3A D4 Bahasa Inggris
untuk KBP
