Kue Kembang Loyang –Kue Khas Tradisional Sumatera Barat saat Lebaran

 

Foto: Liputan6.com



Ramadhan kini telah memasuki minggu ketiga. Sebentar lagi, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Menjelang hari raya, berbagai persiapan sudah mulai dilakukan oleh masyarakat. Mulai dari belanja pakaian baru, sepatu baru, hingga berbagai aksesoris yang membuat penampilan lebaran makin sempurna.

Namun, persiapan menjelang Idul Fitri tidak hanya berkaitan dengan penampilan. Berbagai hidangan khas juga mulai dipersiapkan untuk menyambut tamu, keluarga, dan kerabat yang akan datang bersilaturahmi. Meja ruang tamu akan dipenuhi dengan berbagai jenis kue kering dan makanan ringan yang menjadi ciri khas dari hari Lebaran.

Setiap daerah memiliki makanan khas yang dihidangkan saat lebaran. Hidangan tersebut tidak hanya menjadi pelengkap perayaan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya daerah. Salah satunya di Sumatera Barat, kue tradisional yang cukup dikenal dan identik dengan suasana lebaran adalah kue kembang loyang. Kue kembang loyang ini juga sering disebut sebagai “kue kamaloyang”. Kue ini merupakan salah satu kue tradisional yang telah lama dikenal oleh masyarakat Minangkabau dan biasanya disajikan bersama kue kering lainnya saat lebaran. 

Proses pembuatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue kembang loyang cukup sederhana. Bahan utamanya terdiri dari tepung tapioka, tepung beras, tepung terigu, santan, telur, dan gula. Perpaduan ini menghasilkan rasa yang manis dan sedikit gurih dari santan. Kue ini memiliki tekstur yang renyah sehingga banyak diminati oleh semua kalangan.

Salah satu hal yang membuat kue kembang loyang menarik adalah bentuknya yang unik. Sesuai dengan namanya, kue ini memiliki bentuk yang menyerupai bunga dengan pola yang cantik dan simetris. Bentuk tersebut membuat kue kembang loyang terlihat berbeda dari kue kering lainnya.

Selain bentuknya yang menarik, proses pembuatan kue kembang loyang juga memiliki cara yang cukup unik. Tidak seperti kue kering biasa yang langsung dicetak atau dibentuk, pembuatan kembang loyang menggunakan cetakan khusus yang terbuat dari logam. Cetakan tersebut dipanaskan terlebih dahulu di dalam minyak goreng panas. Setelah panas merata, cetakan dicelupkan ke dalam adonan kue, lalu dimasukkan kembali ke dalam minyak panas. Tunggu sampai adonan terlepas sempurna dari cetakan dan membentuk pola bunga.

Proses ini membutuhkan ketelatenan dan ketepatan agar hasilnya sempurna. Jika cetakan kurang panas, adonan tidak akan menempel sempurna. Jika terlalu panas atau adonan terlalu kental, bentuknya bisa rusak atau bisa tidak lepas dari cetakan. Oleh karena itu, pengalaman dan kesabaran sangat diperlukan dalam proses pembuatan kue kembang loyang.

Selain rasanya yang lezat dan teksturnya yang renyah, kue kembang loyang juga tahan untuk disimpan dalam waktu yang cukup lama. Agar tahan lama, kue ini bisa disimpan dalam wadah kedap udara. Karena bahan dan penyajiannya cukup sederhana, kue kembang loyang cocok dijadikan hidangan setiap perayaan Lebaran.

Kue kembang loyang tidak hanya menghadirkan cita rasa yang khas, tetapi juga menyimpan nilai kebersamaan dan kekayaan budaya. Membuat dan menyajikan kue ini menjadi salah satu cara masyarakat untuk menjaga warisan kuliner daerah agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.



Jenis Berita     : Feature

Penulis             : Habibah – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Divia Putri Zen – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 


Previous Post Next Post