Bagi
pasien kanker dan gagal ginjal, rumah sakit bukan lagi sekadar tempat berobat,
melainkan bagian dari rutinitas hidup. Terapi seperti kemoterapi dan hemodialisa
harus dijalani secara berkala dan tidak dapat ditunda.
Direktur
Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, dr. Luly Gustia Ningsih, Sp.KFR, MARS,
menegaskan bahwa layanan tersebut tetap menjadi prioritas rumah sakit.
“Pelayanan
kemoterapi dan hemodialisa tetap berjalan selama cuti Lebaran,” ujarnya,
dikutip dari Kata Sumbar.
Bagi
pasien gagal ginjal, hemodialisa (HD) bukan hanya pengobatan, tetapi sudah
menjadi kebutuhan hidup. Terapi ini umumnya dilakukan beberapa kali dalam
seminggu untuk membantu menggantikan fungsi ginjal yang menurun.
Berdasarkan
dokumen resmi RSUP Dr. M. Djamil Padang, rumah sakit ini memiliki fasilitas hemodialisa
dengan sejumlah unit mesin untuk melayani pasien secara rutin. Hal ini
menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan cuci darah di Sumatera Barat cukup
tinggi.
Selain
itu, penelitian dalam jurnal kesehatan Sciena (2021) menunjukkan
bahwa pasien gagal ginjal kronis di Sumatera Barat didominasi oleh kelompok
usia di atas 45 tahun, dengan frekuensi hemodialisa umumnya dilakukan
sebanyak 2–3 kali dalam seminggu untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
Sementara
itu, bagi pasien kanker, proses pengobatan tidak hanya bergantung pada tindakan
medis, tetapi juga dukungan selama menjalani kemoterapi. Pihak
RSUP Dr. M. Djamil menyebutkan bahwa pendampingan pasien menjadi bagian penting
dalam proses pengobatan, terutama bagi pasien kanker yang menjalani terapi
jangka panjang.
Salah
satu bentuk pendampingan tersebut diwujudkan melalui layanan navigasi pasien
kanker. Layanan ini bertujuan memudahkan pasien memahami alur pengobatan yang
sering kali terasa kompleks.
“Dengan
layanan ini, pasien tidak lagi merasa bingung dalam menjalani proses
perawatan,” tulis pihak rumah sakit, mengutip laman resmi RSUP Dr. M. Djamil
Padang (2025).
Kehadiran
layanan kesehatan yang konsisten, ditambah sistem pendampingan yang lebih
terarah, menjadi faktor penting agar pasien dapat menjalani terapi secara
berkelanjutan dan terhindar dari risiko putus pengobatan.
Jenis Berita :
Soft News
Penulis :
Meliza – 3A D4 Bahasa Inggris KBP
Editor :
Delia Novitri Delin –
3A D4 Bahasa Inggris KBP
