Masakan Padang Tinggi Purin Dapat Picu Asam Urat, Usia Muda Perlu Waspada

foto : ilustrasi


Masakan khas Minangkabau yang kaya rempah dan cita rasa perlu dikonsumsi secara bijak. Kandungan purin yang tinggi pada sejumlah menu dinilai dapat meningkatkan risiko asam urat, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Prof. Rina Yenrina, menyebutkan bahwa beberapa masakan Padang memiliki kadar purin tinggi yang berpotensi memicu hiperurisemia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah yang dipublikasikan melalui laporan Antara pada 2022.

“Pola konsumsi makanan tinggi purin perlu diperhatikan, karena jika berlebihan dapat memicu penumpukan asam urat yang berdampak pada kesehatan sendi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, purin dalam makanan akan diolah menjadi asam urat. Jika kadarnya melebihi batas normal, zat tersebut dapat membentuk kristal yang mengendap di persendian dan menyebabkan peradangan atau arthritis gout.

Beberapa menu yang tergolong tinggi purin antara lain gulai tambunsu, ikan pangek padeh, belut goreng, ayam rendang, dan rendang daging. Dalam satu porsi gulai tambunsu seberat 190 gram, terkandung sekitar 547,66 miligram purin.

Berdasarkan laporan terbaru, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat 1.134 kasus arthritis gout pada 2024 dan menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak ditangani di fasilitas kesehatan.

Pada tingkat provinsi, kasus asam urat juga menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan di masyarakat. Ini menunjukkan bahwa penyakit tersebut telah menjadi masalah kesehatan yang cukup serius di masyarakat, meskipun berasal dari periode pengukuran yang berbeda.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pola konsumsi makanan tinggi purin, ditambah gaya hidup kurang sehat seperti kurang aktivitas fisik dan konsumsi makanan berlebihan, berkontribusi terhadap meningkatnya risiko asam urat, termasuk pada usia produktif.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai mengatur pola makan, menjaga berat badan ideal, serta rutin berolahraga guna mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.






Penulis            : Adinda Aulia Putri – 3A D4 Bahasa inggris untuk KBP

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa inggris untuk KBP

Previous Post Next Post