Pacu Itiak merupakan salah satu tradisi perlombaan
unik yang berasal dari Payakumbuh. Perlombaan ini menggunakan hewan ternak
itiak (itik) sebagai peserta. Pacu Itiak telah menjadi permainan tradisional
selama bertahun-tahun dan terus berkembang hingga zaman modern.
Pacu Itiak berawal dari seorang petani bernama Burahan
yang berasal dari Nagari Air Tabik, Kelurahan Sicincin Mudik, Kecamatan
Payakumbuh Timur. Rasa heran Burahan terhadap itiaknya menjadi permulaan
bagaimana permainan tradisional ini tercipta. Bagaimana tidak, Burahan merasa
heran karena itiaknya dapat terbang, padahal itiak tersebut merupakan itiak
petelur.
Burahan terus memperhatikan itiaknya dari hari ke
hari, dan benar saja, itiak tersebut dapat terbang. Ia pun berinisiatif
mengajak teman-temannya ke sawah hingga akhirnya melihat banyak kawanan itiak
terbang di area tersebut. Melalui peristiwa itulah Pacu Itiak mulai dijadikan
sebagai permainan tradisional.
Terdapat beberapa kriteria khusus untuk dapat
mengikuti Pacu Itiak, seperti itiak harus memiliki sayap yang tebal, berjenis
kelamin betina, berusia 3–4 bulan, serta memiliki badan yang agak panjang dan
leher yang pendek.
Saking populernya, Pacu Itiak ini akhirnya ditetapkan
sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2020. Penetapan ini dilaksanakan
secara virtual di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat pada 6–9
Oktober 2020. Erwin Yunaz, yang merupakan Wali Kota Payakumbuh periode 2017–2020,
juga turut memberikan komentar terkait hal ini.
"Ke depan, berarti tugas kita adalah lebih
menggiatkan kegiatan pelestarian untuk pacu itiak ini, yang juga harus lebih
bisa dikembangkan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi
masyarakat, baik pelaku maupun peternak itiak, khususnya itiak pacu, serta
masyarakat di Kota Payakumbuh secara umum. Kegiatan pacu itiak bisa menjadi
simbol keberhasilan panen dan peternakan, sehingga kegiatan ini dapat menjadi
pencerminan budaya dan ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh,” ujar Erwin Yunaz,
Wali Kota Payakumbuh periode 2017–2020.
Pacu Itiak bukan hanya merupakan hiburan semata,
tetapi juga menjadi simbol kekeluargaan, kejujuran, kerja sama, dan kekompakan.
Melalui Pacu Itiak, tradisi ini juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat Payakumbuh, yang turut berdampak pada sektor pariwisata
setempat.
Jenis Berita : Soft News
Jurnalis : Dinda Putri
Miranti 3B D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional
Editor : Zahira Yelsa
Ilyana 3B D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional
