Pacu Jawi, Tradisi Unik dari Tanah Datar yang Masuk Warisan Budaya Takbenda

Sumber : RRI Bukittinggi


Tradisi Pacu Jawi merupakan salah satu warisan budaya khas Minangkabau yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang diterima dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Rabu, 24 Maret 2021, di Hotel Kyriad Bumi Minang, Padang. Tradisi ini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan berasal dari Nagari Pariangan, Tanah Datar.
Tradisi Pacu Jawi membuktikan solidaritas kuat masyarakat di Kabupaten Tanah Datar, yang juga turut memajukan perekonomian dan perkembangan pariwisata dalam negeri.

Pacu Jawi bermula sebagai wujud rasa syukur setelah panen padi besar-besaran atau yang biasa disebut panen raya. Tradisi ini juga berfungsi untuk meningkatkan harga jual dan kesehatan jawi (sapi). Biasanya, jawi yang memenangkan lomba akan menjadi incaran banyak konsumen dengan harga yang mahal.

Tidak heran tradisi ini ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda. Hal ini dapat dilihat dari besarnya antusias masyarakat serta dampak positif yang dihasilkan dari tradisi tersebut.

Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Alhamdulillah, dengan penetapan ini tentunya atas kerja keras dan upaya seluruh pihak terkait serta masyarakat, ujarnya.

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, juga menambahkan bahwa pengakuan ini hendaknya menjadi awal dan momentum bagi pemerintah daerah melalui dinas terkait, serta penggiat wisata maupun generasi muda untuk melahirkan inovasi dalam pengemasan alek nagari agar lebih dilirik dan semakin diminati wisatawan daerah, nasional, hingga mancanegara.

Keunikan tradisi ini dipadukan dengan arak-arakan dan pawai yang meriah, dengan pembawa dulang atau jamba yang berisi makanan dan dihias dengan aksesori, seperti suntiang dan pakaian adat. Arak-arakan dan pawai ini biasanya dilaksanakan pada hari penutupan acara Pacu Jawi.






Jurnalis: Dinda Putri Miranti

Editor: Zahira Elsa Ilyana 

Previous Post Next Post