Sala Cokok-Cokok, Gorengan Tradisional yang Masih Digemari Warga Pariaman

 

Foto: Instagram @ulfaafy



Pariaman, Sumatera Barat — Sala cokok-cokok masih menjadi salah satu gorengan tradisional yang digemari masyarakat di Kota Pariaman. Makanan khas ini banyak dijumpai di pasar tradisional maupun di kawasan Pantai. Sala cokok-cokok juga sering menjadi pendamping sarapan seperti lontong dan sate bagi warga setempat.

Sala cokok-cokok merupakan variasi dari sala lauak, kuliner khas Pariaman yang terbuat dari campuran tepung beras dan ikan asin. Kudapan ini memiliki rasa gurih dan dijual dengan harga yang terjangkau sehingga tetap diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Berbeda dengan sala lauak yang biasanya berbentuk bulat, sala cokok-cokok memiliki bentuk yang tidak beraturan. Adonannya lebih cair dari sala bulat biasanya, dan langsung diambil atau “dicokok” menggunakan tangan sebelum digoreng dalam minyak panas. Cara pengambilan adonan seperti inilah yang kemudian menjadi asal penamaan makanan ini.

Proses pembuatannya cukup mudah. Tepung beras dicampur dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, cabai, garam, dan ikan asin yang telah dihaluskan. Setelah semuanya tercampur, adonan langsung diambil dengan tangan lalu dijatuhkan ke dalam kuali yang berisi minyak panas. Sala digoreng hingga berwarna kuning keemasan dan matang dengan sempurna. Aroma gurih yang dihasilkan sering kali menarik perhatian pengunjung pasar maupun wisatawan yang sedang berada di kawasan pantai.

Salah seorang warga Pariaman bernama Maya (42), mengatakan bahwa ia sering menikmati sala cokok-cokok setelah berolahraga di kawasan Pantai Kota Pariaman.

“Biasanya sebelum bulan puasa datang, setiap hari Minggu saya pergi senam pagi di Pantai Kota Pariaman. Setelah selesai senam, saya sarapan nasi sala. Salanya bukan sala biasa, tetapi sala cokok-cokok,” ujar Maya (42), warga Pariaman.

Ia menjelaskan bahwa bukan hanya sala cokok-cokok yang tersedia, tetapi ada juga variasi lain seperti sala cumi, udang, dan ikan situhuak (ikan layaran) yang digoreng dengan adonan dan cara yang hampir sama dengan sala cokok-cokok. Menurutnya, rasa gurih dari sala cokok-cokok membuat makanan tersebut cocok dinikmati sebagai sarapan setelah berolahraga.

Selain sebagai makanan sehari-hari masyarakat, sala cokok-cokok juga menjadi bagian dari daya tarik kuliner daerah bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pariaman. Banyak pengunjung yang sengaja mencari makanan tradisional ini untuk merasakan cita rasa khas kuliner Minangkabau. Makanan ini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai titik keramaian kota. Misalnya, di sepanjang Pantai Gandoriah dan Pasar Pariaman.

 



Jenis Berita      : Soft News

Penulis             : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor               : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

 

 

 


Previous Post Next Post