Pariaman,
Sumatera Barat — Sala cokok-cokok masih menjadi salah satu gorengan tradisional
yang digemari masyarakat di Kota Pariaman. Makanan khas ini banyak dijumpai di
pasar tradisional maupun di kawasan Pantai. Sala cokok-cokok juga sering menjadi pendamping sarapan
seperti lontong dan sate bagi warga setempat.
Sala cokok-cokok merupakan variasi dari sala lauak, kuliner
khas Pariaman yang terbuat dari campuran tepung beras dan ikan asin. Kudapan
ini memiliki rasa gurih dan dijual dengan harga yang terjangkau sehingga tetap
diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang
dewasa.
Berbeda dengan sala lauak yang biasanya berbentuk bulat,
sala cokok-cokok memiliki bentuk yang tidak beraturan. Adonannya lebih cair
dari sala bulat biasanya, dan langsung diambil atau “dicokok” menggunakan
tangan sebelum digoreng dalam minyak panas. Cara pengambilan adonan seperti
inilah yang kemudian menjadi asal penamaan makanan ini.
Proses pembuatannya cukup mudah. Tepung beras dicampur
dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, cabai, garam, dan ikan asin yang telah
dihaluskan. Setelah semuanya tercampur, adonan langsung diambil dengan tangan
lalu dijatuhkan ke dalam kuali yang berisi minyak panas. Sala digoreng hingga
berwarna kuning keemasan dan matang dengan sempurna. Aroma gurih yang
dihasilkan sering kali menarik perhatian pengunjung pasar maupun wisatawan yang
sedang berada di kawasan pantai.
Salah seorang warga Pariaman bernama
Maya (42), mengatakan bahwa ia sering menikmati sala cokok-cokok setelah
berolahraga di kawasan Pantai Kota Pariaman.
“Biasanya sebelum bulan puasa datang, setiap hari Minggu
saya pergi senam pagi di Pantai Kota Pariaman. Setelah selesai senam, saya
sarapan nasi sala. Salanya bukan sala biasa, tetapi sala cokok-cokok,” ujar
Maya (42), warga Pariaman.
Ia menjelaskan bahwa bukan hanya sala cokok-cokok yang
tersedia, tetapi ada juga variasi lain seperti sala cumi, udang, dan ikan
situhuak (ikan layaran) yang digoreng dengan adonan dan cara yang hampir sama
dengan sala cokok-cokok. Menurutnya, rasa gurih dari sala cokok-cokok membuat
makanan tersebut cocok dinikmati sebagai sarapan setelah berolahraga.
Selain sebagai makanan sehari-hari masyarakat, sala
cokok-cokok juga menjadi bagian dari daya tarik kuliner daerah bagi wisatawan
yang berkunjung ke Kota Pariaman. Banyak pengunjung yang sengaja mencari
makanan tradisional ini untuk merasakan cita rasa khas kuliner Minangkabau. Makanan
ini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai titik keramaian kota. Misalnya, di
sepanjang Pantai Gandoriah dan Pasar Pariaman.
Jenis Berita : Soft News
Penulis : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
