Hari Raya Idul Fitri merupakan
momen yang selalu dinantikan oleh seluruh umat Islam. Menjelang hari besar ini,
berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut datangnya Hari Lebaran. Kemeriahan
tersebut juga tampak di berbagai daerah dengan tradisi khas masing-masing,
salah satunya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Hingga kini, masyarakat setempat
masih melestarikan tradisi turun-temurun yang dikenal dengan sebutan Malamang.
Tradisi ini dilakukan dengan memasak lamang secara bersama-sama, biasanya
bersama tetangga sekitar. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu dan tenaga,
terutama dalam proses pembakaran lamang yang membutuhkan waktu cukup lama.
Salah satu warga setempat, Lilis
(59), menuturkan bahwa kegiatan malamang biasanya dimulai sejak pagi hari.
“Biasanya kami di sini mulai malamang dari pagi hari supaya tidak terlalu lelah
ketika proses pembakaran, karena ini memakan waktu lama, bisa sampai 4–5 jam,”
ujarnya.
Lamang sendiri merupakan makanan
tradisional yang terbuat dari beras ketan, bisa menggunakan ketan putih ataupun
ketan hitam. Ketan ini kemudian dimasak dengan santan cair di dalam tabung
bambu. Beberapa masyarakat juga menambahkan pisang sebagai isian, menyesuaikan
dengan selera dan kreativitas masing-masing.
Bambu yang digunakan untuk wadah
memasak lamang tidak bisa sembarangan. Masyarakat biasanya bergotong royong
mencari bambu yang sesuai agar menghasilkan lamang dengan kualitas baik.
Bahkan, di Pesisir Selatan ada penjual khusus tabung bambu untuk kebutuhan
malamang dengan harga berkisar antara Rp4.000 hingga Rp15.000 per batang.
Tradisi ini umumnya dilakukan
satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Warga di setiap nagari (desa)
melaksanakan kegiatan ini sejak setelah Salat Subuh sekitar pukul 05.30 WIB
hingga sore hari, baik secara individu maupun berkelompok.
Tradisi Malamang di Pesisir
Selatan tidak hanya dilakukan menjelang Lebaran, Tetapi juga dalam berbagai
momen penting, seperti menyambut bulan Suci Ramadan, peringatan Maulid Nabi
Muhammad SAW, Hari Raya Idul Adha, hingga acara doa bersama untuk keluarga yang
telah meninggal dunia.
Melalui tradisi malamang,
masyarakat Pesisir Selatan tidak hanya menjaga warisan budaya. Tradisi ini juga
mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga.
Jenis Berita : Softnews
Penulis : Habibah – 3B D4
Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
