Tradisi Malamang di Pesisir Selatan untuk Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Foto: kumparan.com



Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang selalu dinantikan oleh seluruh umat Islam. Menjelang hari besar ini, berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut datangnya Hari Lebaran. Kemeriahan tersebut juga tampak di berbagai daerah dengan tradisi khas masing-masing, salah satunya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Hingga kini, masyarakat setempat masih melestarikan tradisi turun-temurun yang dikenal dengan sebutan Malamang. Tradisi ini dilakukan dengan memasak lamang secara bersama-sama, biasanya bersama tetangga sekitar. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu dan tenaga, terutama dalam proses pembakaran lamang yang membutuhkan waktu cukup lama.

Salah satu warga setempat, Lilis (59), menuturkan bahwa kegiatan malamang biasanya dimulai sejak pagi hari. “Biasanya kami di sini mulai malamang dari pagi hari supaya tidak terlalu lelah ketika proses pembakaran, karena ini memakan waktu lama, bisa sampai 4–5 jam,” ujarnya.

Lamang sendiri merupakan makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan, bisa menggunakan ketan putih ataupun ketan hitam. Ketan ini kemudian dimasak dengan santan cair di dalam tabung bambu. Beberapa masyarakat juga menambahkan pisang sebagai isian, menyesuaikan dengan selera dan kreativitas masing-masing.

Bambu yang digunakan untuk wadah memasak lamang tidak bisa sembarangan. Masyarakat biasanya bergotong royong mencari bambu yang sesuai agar menghasilkan lamang dengan kualitas baik. Bahkan, di Pesisir Selatan ada penjual khusus tabung bambu untuk kebutuhan malamang dengan harga berkisar antara Rp4.000 hingga Rp15.000 per batang.

Tradisi ini umumnya dilakukan satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Warga di setiap nagari (desa) melaksanakan kegiatan ini sejak setelah Salat Subuh sekitar pukul 05.30 WIB hingga sore hari, baik secara individu maupun berkelompok.

Tradisi Malamang di Pesisir Selatan tidak hanya dilakukan menjelang Lebaran, Tetapi juga dalam berbagai momen penting, seperti menyambut bulan Suci Ramadan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Raya Idul Adha, hingga acara doa bersama untuk keluarga yang telah meninggal dunia.

Melalui tradisi malamang, masyarakat Pesisir Selatan tidak hanya menjaga warisan budaya. Tradisi ini juga mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga.

 


Jenis Berita     : Softnews

Penulis             : Habibah – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

Previous Post Next Post