Siti Hawariz Syah saat menjalani magang di Daikin Proshop PT Trisun Abadi Mandiri, Batam.
Foto: Dokumentasi Siti Hawariz Syah
CREWPERS.ID – Magang
kerap menjadi pintu pertama mahasiswa mengenal dunia kerja. Namun, tidak semua
mampu mengubah pengalaman tersebut menjadi awal karier profesional. Hal itulah
yang dilakukan Siti Hawariz Syah, mahasiswa D4 Bahasa Inggris, Politeknik
Negeri Padang, yang berhasil menjadikan pengalaman magangnya sebagai langkah
awal menembus dunia kerja.
Perjalanan itu dimulai pada
Agustus 2025. Perempuan yang akrab dipanggil Hawa meniti awal pengalaman
magangnya sebagai staf sales di Daikin Proshop, PT Trisun Abadi Mandiri,
Batam, salah satu authorized dealer Daikin Indonesia. Saat itu, ia masih
berstatus mahasiswa semester enam yang ingin mendapatkan pengalaman kerja
sekaligus mengasah keterampilan profesional. Berkat kinerja dan inisiatifnya,
kini ia bekerja sebagai sales admin di PT. Golden Triangle Engineering,
anak perusahaan yang bergerak di bidang general supply material proyek.
Latar belakang pendidikannya
yang beragam membentuk kemampuan adaptasi yang kuat. Ia pernah menempuh
pendidikan di sekolah berbasis internasional, kemudian melanjutkan ke
pesantren, hingga akhirnya bersekolah di boarding school. Perjalanan
tersebut turut membentuk kemampuan bahasa yang dimilikinya, mulai dari bahasa
Inggris, Arab, hingga dasar bahasa Mandarin.
Meski demikian, langkah awalnya
di dunia kerja tidak berjalan mulus. Minimnya pengetahuan tentang perusahaan
tempatnya magang membuatnya sempat merasa kebingungan dalam memahami alur kerja
dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Proses adaptasi menjadi tantangan
pertama yang harus dihadapi.
Di tengah situasi tersebut, ia
memilih untuk tidak berhenti belajar. Ia berusaha aktif bertanya, mencari tahu,
serta membiasakan diri untuk menjadi pembelajar cepat di lingkungan kerja yang
baru. Sikap tersebut perlahan membantunya memahami ritme kerja sekaligus
membangun kepercayaan dari lingkungan sekitarnya.
Selama menjalani magang, ia
tidak hanya melayani pelanggan lokal, tetapi juga berinteraksi dengan klien
dari berbagai negara seperti Singapura, Australia, Prancis, hingga China.
Interaksi lintas negara ini menjadi pengalaman baru yang menuntut kemampuan
komunikasi yang lebih luas.
Dalam beberapa kesempatan, ia
bahkan mengambil peran sebagai perantara komunikasi antara pelanggan asing
dengan tim internal perusahaan. Kemampuan interpreting yang dipelajarinya di
bangku kuliah mulai terpakai secara nyata di dunia kerja, terutama dalam
situasi yang membutuhkan komunikasi cepat dan tepat.
Salah satu tantangan terbesar
muncul ketika harus melayani pelanggan dari China yang tidak menggunakan bahasa
Inggris dalam berkomunikasi. Kondisi tersebut mendorongnya untuk kembali
mempelajari bahasa Mandarin secara lebih serius. Ia memanfaatkan berbagai cara,
mulai dari belajar mandiri hingga menggunakan teknologi penerjemah untuk
membantu proses komunikasi sehari-hari.
Proses tersebut tidak hanya
meningkatkan kemampuan bahasanya, tetapi juga melatih kepekaan dalam memahami
kebutuhan pelanggan dari latar belakang budaya yang berbeda. Pengalaman ini
menjadi salah satu nilai tambah yang memperkaya keterampilannya selama
menjalani magang.
Melalui proses belajar
tersebutlah muncul momen penting yang menjadi titik balik dalam perjalanannya.
Kepercayaan yang mulai diberikan oleh perusahaan membuatnya melihat peluang
untuk melangkah lebih jauh. Ia tidak hanya menunggu kesempatan, tetapi juga
berinisiatif untuk mengambil langkah dengan mengajukan diri agar dapat
direkrut.
Keputusan tersebut membuahkan
hasil. Masa magangnya diperpanjang, dan ia kemudian resmi direkrut untuk
bekerja di PT Golden Triangle Engineering, anak perusahaan PT Trisun Abadi
Mandiri, sebagai sales admin. Statusnya pun berubah dari mahasiswa
magang menjadi bagian dari tim profesional dengan kontrak kerja selama satu
tahun.
Ia menyadari bahwa keberhasilan
tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh keterampilan, pengalaman,
serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. Selain itu, ia juga memahami
pentingnya membangun personal branding atau setidaknya memiliki rekam
jejak yang baik selama menjalani proses magang. Hal tersebut dinilai menjadi
salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap
individu.
Kebiasaan kecil selama masa
perkuliahan, termasuk sikap aktif dan kemauan belajar, turut berpengaruh
terhadap kesiapan saat terjun ke dunia kerja. Hawa juga menilai bahwa
keberanian untuk bertanya dan mengakui ketidaktahuan merupakan bagian penting
dalam proses belajar. Lingkungan kerja yang profesional menuntut ketelitian dan
tanggung jawab, sehingga kesalahan akibat kurangnya komunikasi dapat berdampak
lebih besar dibandingkan di lingkungan akademik.
Hawa berencana untuk tetap
bekerja hingga menyelesaikan kontraknya selama satu tahun ke depan. Sembari
itu, ia mulai mempersiapkan langkah berikutnya dengan menabung untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di luar negeri serta meningkatkan kualitas
diri untuk pengembangan karier yang lebih tinggi.
Jenis Berita : Feature
Penulis : Nurul Aisyah Haq – 3B
D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
