Menapaki Dunia Wushu Sejak SD, Mahasiswa PNP Friesky Harry Raih Juara di UNHAN RI Multisport Championship 2021

Tiga atlet wushu berfoto bersama usai mengikuti ajang Wushu Antar Sasana di GOR Agus Salim, Padang, pada Maret 2023. Friesky Harry tampak mengenakan baju peach. Foto ini diambil sebagai dokumentasi setelah pertandingan.

Foto: Friesky Harry



CREWPERS.ID – Friesky Harry merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang dengan Program Studi D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional yang berasal dari Kota Solok dan juga merupakan salah satu atlet wushu yang telah menekuni olahraga wushu sejak kecil. Ia mulai berlatih saat duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Ketertarikannya terhadap wushu berawal dari pengaruh sang ayah yang mengenalkannya pada film-film aksi Tiongkok. Dari sana, minatnya tumbuh hingga akhirnya wushu tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga bagian penting yang terus ia jalani hingga sekarang.

Friesky menjalani latihan di sasana Perguruan Wushu KSI Kodim 0309 Solok. Sebelum memasuki dunia perkuliahan, ia mampu berlatih hingga tiga kali dalam seminggu. Namun, setelah menjadi mahasiswa, intensitas latihannya berkurang menjadi satu hingga dua kali seminggu karena keterbatasan waktu. Ia biasanya memanfaatkan akhir pekan untuk latihan, sementara di hari biasa hanya melakukan latihan fisik ringan setelah kuliah. Setiap sesi latihan berlangsung sekitar dua jam, dimulai dengan pemanasan selama 30 menit yang dilanjutkan dengan jogging, sebelum masuk ke latihan teknik dan peningkatan kemampuan.

Dalam perjalanannya, Friesky menyadari bahwa tantangan terbesar sebagai atlet berasal dari diri sendiri, terutama dalam melawan rasa malas dan menghadapi kerasnya latihan. Selain itu, ia juga harus menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman dan kemampuan yang lebih matang. Ia pernah mengalami penurunan performa, baik karena cedera maupun kurangnya keseriusan saat latihan. Hal tersebut berdampak langsung pada penampilannya saat bertanding, sehingga menjadi bahan evaluasi penting bagi dirinya.

Meski demikian, Friesky tetap memiliki keinginan kuat untuk mencapai level yang lebih tinggi. Ia mengakui bahwa perasaan tidak puas terhadap pencapaiannya saat ini justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memperbaiki diri. Namun, perjalanan sebagai atlet tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah merasa jenuh dan mempertanyakan arah tujuannya, terutama ketika usaha latihan dan hasil pertandingan tidak berjalan seimbang seperti yang diharapkan.

Seiring waktu, cara pandangnya terhadap dunia pertandingan mulai berubah. Ia menyadari bahwa tidak semua kompetisi berjalan secara adil. Menurutnya, adanya praktik kecurangan dapat memengaruhi semangat atlet, terutama atlet daerah yang memiliki keterbatasan akses dan kesempatan. Hal ini menjadi salah satu realitas yang harus dihadapi dalam dunia olahraga dan membentuk kedewasaannya dalam bersikap.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Friesky telah meraih sejumlah prestasi, termasuk juara tiga di tingkat nasional. Pengalaman pertamanya bertanding pada tahun 2015 menjadi momen penting baginya. Saat itu, meskipun belum memiliki pengalaman, ia memberanikan diri untuk tampil berkat dukungan dari pelatih, teman, dan keluarga. Hasilnya, ia berhasil meraih juara tiga, yang kemudian menjadi awal semangatnya untuk terus berkembang dan percaya diri.

Selain itu, pengalaman mengikuti Pekan Olahraga Provinsi tahun 2016 juga memberikan kesan mendalam. Pada ajang tersebut, ia untuk pertama kalinya merasakan hasil dari dunia olahraga, yang semakin memotivasinya untuk berlatih lebih giat dan serius. Beberapa pertandingan yang paling berkesan baginya antara lain kejuaraan daerah pertamanya, Porprov 2016, serta kejuaraan Wushu Championship UNHAN-RI 2021 yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

riesky Harry P menempati peringkat ketiga dengan skor 8,95 pada nomor Daoshu A putra dalam ajang UNHAN RI Multisport Championship 2021.

Foto: Instagram @unhanwushuchampionship


Dalam pertandingan, Friesky menekankan pentingnya kekuatan mental. Menurutnya, mental yang kuat sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. Untuk menjaga fokus, ia biasanya menanamkan pola pikir agar tidak terlalu memikirkan hasil akhir serta mengingat kembali latihan yang telah dijalani sebagai bentuk kesiapan diri. Lebih dari sekadar meraih kemenangan, perjalanan di dunia wushu telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tangguh. Dengan tekad yang terus dijaga, ia berharap dapat melangkah lebih jauh dan membawa kemampuannya menuju capaian yang lebih besar di masa yang akan datang.



Jenis Berita: Feature

Jurnalis: Aflah Nadirah Amnelia – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor: Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


 

Previous Post Next Post