Seblak Zafa, Usaha Kuliner Pedas yang Ikuti Tren di Kota Padang

Suasana warung Seblak Zafa di kawasan Jamsek, Pasar Baru, Kota Padang, Kamis (10 April 2026).

Foto: Sarah Nurisma / Crewpers



CREWPERS.ID – Seblak Zafa merupakan salah satu tempat makan populer di Kota Padang, khususnya di kalangan remaja. Warung ini berlokasi di Jamsek, Pasar Baru, Kota Padang. Meskipun tempatnya sederhana, kedai ini selalu ramai dikunjungi karena rasanya yang enak dan pedas. Selain itu, konsep prasmanan memungkinkan pembeli memilih sendiri isi sesuai selera.

Seblak dikenal sebagai makanan berbahan dasar kerupuk basah yang dimasak dengan bumbu khas seperti kencur, cabai, dan rempah-rempah lainnya. Perpaduan rasa pedas dan aroma kencur yang kuat menjadi ciri khas yang membedakan seblak dari jajanan berkuah lainnya.

Warung Seblak Zafa menjadi salah satu contoh usaha yang berhasil memanfaatkan tren kuliner. Nama warung ini diambil dari nama pemiliknya. Berdiri sejak tahun 2023, pemiliknya mengaku memilih usaha seblak karena melihat peluang pasar yang cukup besar. “Waktu itu lagi cari usaha yang lagi tren, dan seblak termasuk yang banyak diminati. Jadi saya putuskan buka usaha ini,” ujar Zafa (37).

Keputusan tersebut terbukti tepat. Dalam sehari, warung ini mampu menjual sekitar 30 porsi seblak. Angka ini terbilang stabil untuk usaha kuliner skala kecil. Dari berbagai menu yang ada, seblak prasmanan jadi favorit karena pembeli bisa memilih sendiri topping sesuai selera, seperti kerupuk, mie, telur, dan lainnya.

Dari menu yang tersedia, harga makanan juga masih terjangkau. Seblak prasmanan tidak memiliki harga tetap karena tergantung topping yang dipilih. Sementara menu lain seperti seblak cobek dan mie pedas berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000. Pilihan tingkat kepedasan juga menjadi daya tarik, mulai dari level 1 hingga level 3. Selain makanan, tersedia juga minuman seperti teh, kopi, susu, hingga cappuccino dengan harga mulai dari Rp5.000 sampai Rp7.000. Harga yang ramah di kantong ini jadi salah satu alasan kenapa seblak tetap populer di kalangan remaja.

Mayoritas pelanggan yang datang usia belasan hingga dua puluhan. Mereka biasanya datang bersama teman untuk bersantai sambil menikmati hidangan pedas. Tempatnya sederhana tapi tetap nyaman, ditambah menu yang bisa dipilih sendiri sehingga sering dijadikan tempat berkumpul.


Salah satu pelanggan, Safiya Azwa Madaniya (19), mengaku cukup sering membeli seblak di tempat ini. Menurutnya, rasa dan harga jadi alasan utama untuk kembali lagi. “Seblaknya enak, murah juga untuk kalangan remaja. Apalagi yang prasmanan, kita bisa pilih sendiri mau makan apa,” ujar Safiya.

Ia juga menyoroti cita rasa bumbunya. “Bumbunya enak, kencurnya berasa banget. Jadi beda sama yang lain, lebih mantap,” tambahnya.

Dikutip dari artikel berjudul “Seblak, Jajanan Kekinian Khas Sunda yang Digemari Kalangan Remaja”, kepopuleran seblak juga dipengaruhi media sosial. Banyak anak muda tertarik dengan makanan yang viral, apalagi yang tampilannya menarik dan rasanya unik. Seblak dengan kuah merah pedas dan berbagai topping jadi salah satu yang memenuhi hal tersebut. Selain itu, pembeli juga bisa memilih isi dan tingkat pedas sesuai selera, jadi setiap porsi bisa berbeda.

Secara umum, seblak menunjukkan kalau makanan ini masih bisa mengikuti selera zaman sekarang. Meski berasal dari Jawa Barat, sekarang seblak sudah mudah ditemukan di berbagai daerah, termasuk di Padang. Ini membuktikan kalau seblak masih tetap diminati sampai sekarang.

Warung Seblak Zafa menjadi salah satu contoh usaha kecil yang mampu berkembang dengan memanfaatkan tren kuliner masa kini. Dengan modal sederhana dan mengikuti tren, usaha ini mampu menarik perhatian, terutama dari kalangan remaja.

 

 

Jenis Berita       : Feature

Penulis             : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor               : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

Previous Post Next Post