Mengasah Komunikasi Lintas Budaya Lewat Program Sosial Mentawai

Puan Cita Iradat Pinayongan menjadi penerjemah dalam program sosial Obor Mentawai Sejahtera di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Foto: Puan Cita Iradat Pinayongan



CREWPERS.ID Puan Cita Iradat Pinayongan yang akrab disapa Nayo terlibat sebagai translator dalam program sosial Obor Mentawai Sejahtera yang dilaksanakan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada awal April 2026. Mahasiswa D4 English for Business and Professional Communication, Politeknik Negeri Padang ini berperan menjembatani antara tim relawan internasional dan masyarakat lokal selama kegiatan berlangsung.

Ketertarikannya mengikuti program ini dilatarbelakangi keinginan untuk keluar dari zona nyaman serta mengembangkan kemampuan bahasa secara langsung di lapangan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi melalui interaksi dengan masyarakat dan tim yang berasal dari latar belakang berbeda.

Selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan, Nayo bertugas menerjemahkan percakapan serta mendampingi interaksi antara tim relawan yang berasal dari Amerika Serikat dan warga setempat. Ia mengaku peran tersebut cukup menantang karena harus berpindah bahasa dengan cepat dan tetap menjaga kejelasan pesan.

I had to switch between two languages very quickly, which is not easy at all,” ujarnya.

Perbedaan bahasa dan cara penyampaian menjadi tantangan utama yang dihadapi selama proses tersebut. Menurutnya, tidak semua pesan dapat diterjemahkan secara langsung sehingga ia perlu menyesuaikan dan menyederhanakan informasi agar dapat dipahami oleh kedua pihak. Ia juga menekankan pentingnya kesabaran dan kepekaan dalam menjaga kelancaran komunikasi.

Selain menjalankan tugas sebagai translator, Nayo juga aktif berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat setempat. Ia menyebutkan bahwa masyarakat lokal menunjukkan sikap ramah dan terbuka, sehingga membantu proses komunikasi berjalan lebih mudah.

Pengalaman tersebut memberikan dampak pada peningkatan kemampuan komunikasi lintas budaya. Nayo menjadi lebih peka terhadap perbedaan budaya dan lebih fleksibel dalam menyampaikan pesan. Ia juga menyadari bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan bahasa, tetapi juga pemahaman terhadap orang lain.

Melalui keterlibatan dalam program ini, Nayo tidak hanya menerapkan kemampuan bahasa dalam situasi nyata, tetapi juga memperoleh pengalaman yang mendukung pengembangan diri, khususnya dalam komunikasi profesional dan lintas budaya.




Jenis berita    : Soft News 

Jurnalis          : Najmi Amalia – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor             : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

 

Previous Post Next Post