Perjalanan Inspiratif M. Alfandika Rahman, Mahasiswa Bahasa Inggris PNP yang Menjadi Atlet Pencak Silat Berprestasi

M. Alfandika Rahman saat meraih medali emas mewakili Kota Padang pada Kejuaraan Daerah Pencak Silat Sumatera Barat 2025 di GOR PT Semen Padang.

Foto: M. Alfandika Rahman



CREWPERS.ID – Tidak banyak orang mengetahui proses panjang yang harus dilalui seorang atlet pencak silat sebelum bisa berdiri di arena pertandingan. Proses itulah yang dijalani oleh M. Alfandika Rahman, yang akrab disapa Dika, atlet asal Padang yang lahir pada 31 Juli 2005.

Saat ini, Dika merupakan mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Padang. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia tetap menekuni pencak silat yang telah ia jalani sejak kelas 3 sekolah dasar. Perjalanannya dimulai dari sekadar kegiatan pengembangan diri, sebelum akhirnya menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Seiring waktu, pandangan Dika terhadap pencak silat pun berubah. Ia tidak lagi menjalaninya hanya sebagai aktivitas biasa, melainkan mulai menekuninya secara serius. Ia berlatih di Perguruan Sakato Semen Padang, yang menurutnya memiliki suasana kekeluargaan yang erat.

Keseriusannya semakin terlihat ketika ia memutuskan untuk menjadi atlet. Sebenarnya latihan bisa saja terasa santai jika hanya dijalani untuk berkumpul dan bercanda dengan teman. Namun, sejak mengambil keputusan tersebut, ia mulai berlatih dengan lebih disiplin dan terarah hingga akhirnya pelatih menilai dirinya layak untuk terjun ke dunia pertandingan.

Keseriusan itu membawanya ke tahap berikutnya, yakni dunia pertandingan. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia mengalami kekalahan akibat kecurangan. Meski sempat kecewa, ia memilih untuk tidak larut dalam situasi tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil lebih baik di kesempatan berikutnya.

Selain menghadapi kekalahan, tantangan lain muncul ketika ia mulai meraih prestasi. Mempertahankan gelar juara bukan hal yang mudah, karena ada tekanan untuk tetap menjadi yang terbaik. Bahkan, ia pernah berada di titik ingin menyerah. Namun, dukungan dari pelatih, senior, dan rekan-rekannya di perguruan membantunya bangkit dan melanjutkan perjuangan.

Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, Dika terus melangkah dan mengikuti berbagai kejuaraan. Ia pernah tampil dalam kejuaraan nasional antar pelajar di Solo, Jawa Tengah pada 2019 dan berhasil meraih medali perak. Pengalamannya kemudian berlanjut ke tingkat internasional melalui ajang Indonesia Open di Taman Mini Indonesia Indah pada 2022. Ia juga mengikuti kejuaraan nasional Kapolri Cup 2023 yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) POPKI Cibubur, Jakarta Timur, dan berhasil meraih medali emas. Selain itu, Dika turut menorehkan prestasi dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Wali Kota Cup serta Kejuaraan Daerah pencak silat Sumatera Barat pada 2025. Berbagai kejuaraan daerah dan open lainnya juga menjadi bagian dari perjalanan yang membentuknya sebagai atlet.

Di balik keikutsertaannya dalam berbagai kejuaraan tersebut, terdapat latihan yang dijalani secara konsisten. Dika berlatih bersama pelatih pada sore dan malam hari, serta menambah latihan mandiri di pagi hari. Baginya, konsistensi merupakan kunci utama untuk menjaga performa.

Latihan tersebut menjadi bekal penting saat ia menghadapi pertandingan. Menjelang pertandingan, rasa gugup tentu tidak dapat dihindari. Namun, Dika memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya. “Sebelum memulai pertandingan saya selalu berzikir untuk mengatasi rasa gugup saya,” katanya sembari mengingat tujuan utamanya saat bertanding, yakni memberikan penampilan terbaik. Ia juga mengaku tidak merasakan tekanan berlebih dari pelatih, sehingga dapat bertanding dengan lebih tenang.

Dari seluruh pengalaman tersebut, Dika melihat pencak silat lebih dari sekadar olahraga bela diri. Ia belajar tentang disiplin, pengendalian diri, serta cara menghadapi tantangan dengan tenang. Nilai-nilai tersebut ia peroleh selama berlatih di Perguruan Sakato Semen Padang, yang turut membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat dan terarah.

Kini, Dika tengah fokus menyelesaikan tugas akhir kuliahnya sehingga belum dapat aktif sepenuhnya di dunia pencak silat. Meski demikian, ia tetap menyimpan harapan untuk perguruan tempat ia berproses, “Harapan saya ke depannya yaitu semoga perguruan saya selalu jaya dan semakin terdepan, sebab saat ini saya tidak bisa membersamai karena sedang fokus untuk tugas akhir kuliah saya,” ujarnya.



Jenis Berita: Feature 

Jurnalis: Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor: Melani Azkarima – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

Previous Post Next Post