![]() |
Suasana Panorama 2 Sitinjau Lauik di jalur
Padang–Solok menjadi tempat singgah pengendara untuk beristirahat dan menikmati
pemandangan, 12 April 2026.
|
Foto: Almer Farel Ghifari / Crewpers |
CREWPERS.ID - Di tengah jalur ekstrem yang menghubungkan Kota Padang
dan Kabupaten Solok, Panorama 2 Sitinjau Lauik menjadi titik persinggahan yang
tak pernah sepi. Tempat ini bukan sekadar lokasi beristirahat, tetapi juga
menawarkan keindahan alam sekaligus ruang jeda di tengah perjalanan yang menegangkan.
Berada di kawasan perbukitan dengan pemandangan
langsung ke arah laut dan Kota Padang, Panorama 2 menghadirkan udara pegunungan
yang sejuk, bahkan cenderung dingin. Pepohonan rindang dan kabut tipis yang
kerap turun menambah suasana dramatis bagi siapa saja yang singgah.
Bagi para pengendara yang melintasi tanjakan curam
khas Sitinjau Lauik, Panorama 2 menjadi tempat ideal untuk beristirahat sejenak
sekaligus mendinginkan mesin kendaraan. Saat senja, langit berubah warna
menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Sementara saat malam, lampu Kota
Padang terlihat berkilau dari kejauhan.
Tidak hanya panorama alam, deretan warung
sederhana di sekitar lokasi juga menjadi daya tarik tersendiri. Aroma kopi
hangat dan mi rebus yang mengepul kerap menyambut para pengunjung. Bagi
sebagian orang, mi rebus di Panorama 2 bahkan sudah menjadi bagian dari tradisi
perjalanan.
Agil Putra Nugraha (17), siswa SMK Negeri 5
Padang, mengaku rutin singgah setiap kali pulang ke Solok. “Biasanya saya pulang seminggu sekali. Setiap Jumat atau
Minggu saya selalu singgah di Panorama 2 untuk makan atau istirahat sebentar.
Kalau tidak singgah, rasanya seperti ada yang kurang,” ujarnya di Sitinjau
Lauik, 12 April 2026.
Hal serupa disampaikan Ranti (28), karyawan warung
di kawasan tersebut. “Warung biasanya ramai setiap
hari, tapi akhir pekan memang lebih padat. Banyak pelajar, mahasiswa, dan
pengendara umum yang singgah untuk makan atau sekadar menikmati pemandangan,”
katanya.
Panorama 2 Sitinjau Lauik pada akhirnya bukan
hanya soal tempat singgah, tetapi juga tentang pengalaman. Bagi para pelintas
jalur ini, singgah sejenak bukan lagi pilihan, melainkan kebiasaan yang terasa
wajib untuk
melepas penat dan dahaga selepas perjalanan yang dilalui.
Tak sedikit pengendara yang sengaja memperlambat
laju kendaraan saat mendekati Panorama 2 hanya untuk menikmati perubahan
suasana yang terasa begitu berbeda dari jalur lain. Setelah melewati tikungan
tajam dan tanjakan curam Sitinjau Lauik, suasana di Panorama 2 seperti menjadi
jeda yang menenangkan. Udara dingin yang menusuk perlahan terbayar dengan
hamparan pemandangan luas yang terbentang di hadapan mata.
Bagi sebagian orang, singgah di Panorama 2 bukan
sekadar berhenti untuk beristirahat, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi
perjalanan. Ada yang datang untuk menyeruput kopi hangat sambil berbincang
dengan teman seperjalanan, ada pula yang memilih duduk diam menikmati kabut
yang turun perlahan di sore hari, dan ada juga yang mengabadikan foto di Sitinjau Lauik. Suasana inilah yang membuat
Panorama 2 memiliki kesan tersendiri dan selalu dirindukan oleh para pelintas
jalur Padang–Solok.
Selain menjadi tempat singgah, Panorama 2 juga
kerap menjadi lokasi favorit untuk mengabadikan momen perjalanan. Banyak
pengunjung memanfaatkan area ini untuk berfoto dengan latar pegunungan, kabut
tipis, hingga gemerlap lampu Kota Padang di malam hari. Pemandangan yang terus
berubah sesuai waktu membuat setiap kunjungan terasa berbeda. Tidak heran jika Panorama
2 selalu memiliki cerita baru bagi setiap orang yang datang, baik mereka yang
baru pertama kali singgah maupun yang sudah menjadikannya bagian dari rutinitas
perjalanan.
Jurnalis
: 3A - Karina Maharani - D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi dan Bisnis
Profesional
Editor
: 3B- Muhammad Ridwan A - D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi dan Bisnis
Profesional
