Suasana
Masjid Jami’ Taluak di Nagari Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten
Agam, sebagai
destinasi wisata religi dan sejarah, 20 April 2026.
Foto:
Almer Farel Ghifari / Crewpers
CREWPERS.ID – Di tengah udara sejuk
kaki pegunungan Kabupaten Agam, berdiri Masjid Jami’ Taluak yang tidak hanya
berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi
yang menarik perhatian wisatawan. Masjid
yang terletak di Nagari Taluak IV Suku ini memiliki lokasi strategis, hanya
sekitar 4 kilometer dari Kota Bukittinggi, sehingga mudah dijangkau oleh
pengunjung.
Dibangun sejak tahun 1860,
masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Indonesia. Arsitektur khas
Minangkabau dengan atap berundak tiga tingkat menjadi daya tarik utama.
Bentuknya yang unik juga menjadikannya spot favorit untuk berfoto.
Selain menikmati keindahan
bangunan, pengunjung juga dapat memberi makan ikan di kolam yang tersedia di
area masjid. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi
keluarga dan anak-anak.
Salah satu pengunjung, Adel
Harahap (23), mengatakan bahwa ia tertarik dengan nilai budaya dan arsitektur
masjid tersebut. “Saya
sudah beberapa kali berkunjung ke sini bersama keluarga. Selain menikmati
bangunan yang unik, saya juga bisa mengajak adik untuk memberi makan ikan,”
ujarnya di Banuhampu, 20 April 2026.
Sementara itu, tokoh
masyarakat sekaligus mantan Camat Banuhampu, Afdhal (43), menjelaskan bahwa masjid memiliki peran
penting dalam kehidupan masyarakat. “Masjid tidak hanya digunakan untuk
ibadah, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan bermusyawarah bagi warga,”
katanya di lokasi yang sama.
Dengan perpaduan nilai
sejarah, fungsi sosial, serta daya tarik wisata, Masjid Jami’ Taluak menjadi
salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Bagi wisatawan yang berada
di kawasan Bukittinggi dan sekitarnya, tempat ini menawarkan pengalaman yang
menenangkan sekaligus memperkaya wawasan budaya Minangkabau.
Jenis Berita: Soft News
Penulis: Gartos Kansa – 3A D4
Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional
Editor: Muhammad Ridwan A – 3B D4
Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional
