Begadang dan Konsumsi Fast Food Jadi Gaya Hidup Anak Muda di Padang

 

Ilustrasi mahasiswa mengonsumsi makanan instan saat begadang mengerjakan tugas pada malam hari. Kebiasaan tidur larut dan pola makan tidak teratur dapat berdampak pada kesehatan.

Foto: Haibunda.com

CREWPERS.ID — Malam bagi sebagian anak muda di Padang bukan lagi waktu untuk beristirahat. Aktivitas kuliah, pekerjaan, hingga kebiasaan bermain media sosial membuat banyak remaja dan mahasiswa memilih tidur larut malam sambil ditemani makanan cepat saji.

Fenomena ini mulai menjadi perhatian karena dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus. Sejumlah kedai kopi dan gerai makanan cepat saji di berbagai sudut kota terlihat masih ramai dikunjungi anak muda hingga larut malam.

Salah seorang mahasiswa di Padang, Muhammad Ravel (21), mengaku sering begadang untuk menyelesaikan tugas kuliah maupun sekadar berkumpul bersama teman-temannya.

“Kadang tidur jam dua atau jam tiga pagi. Kalau sudah malam biasanya pesan fast food atau minuman manis supaya tetap fokus,” ujarnya saat ditemui di Padang.

Menurutnya, kebiasaan tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari karena aktivitas kampus yang padat dan waktu istirahat yang tidak teratur.

Tidak hanya mahasiswa, sejumlah pekerja muda juga mengalami hal serupa. Waktu kerja yang panjang membuat sebagian dari mereka lebih memilih makanan cepat saji karena dianggap praktis dan mudah didapatkan, terutama pada malam hari.

Salah seorang pekerja swasta, Rahmatul Husna (26), mengatakan dirinya sering membeli makanan siap saji sepulang kerja karena tidak sempat memasak di kos.

“Kalau pulang sudah malam biasanya cari yang cepat dan praktis. Kadang memang jadi sering makan fast food,” katanya.

Dokter umum dr. Kohir menjelaskan bahwa pola hidup seperti begadang dan konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang.

“Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memengaruhi konsentrasi. Sementara makanan cepat saji umumnya tinggi garam, gula, dan lemak,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kelelahan, gangguan tidur, obesitas, hingga masalah pencernaan apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.

Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa berusia 18–60 tahun dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam per malam untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup. Kurang tidur secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti menurunnya konsentrasi, gangguan metabolisme, hingga penyakit kronis.

Harvard Health Publishing juga menyebutkan bahwa kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam dalam jangka panjang berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan kesehatan lainnya. Kondisi ini semakin rentan terjadi apabila pola tidur buruk disertai konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan.

Selain faktor aktivitas, perkembangan layanan pesan antar makanan dan budaya nongkrong malam juga ikut memengaruhi gaya hidup anak muda saat ini. Kemudahan akses membuat makanan cepat saji menjadi pilihan praktis, terutama saat beraktivitas hingga larut malam.

Tenaga kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya remaja dan mahasiswa di Padang, untuk mulai memperhatikan pola hidup sehari-hari dengan mengurangi kebiasaan begadang, membatasi konsumsi fast food, serta rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi demi menjaga kesehatan jangka panjang.







Penulis : Meliza 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor : Lega Ariski 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP



Previous Post Next Post