![]() |
Riki
Andrian AJ Putra berfoto bersama Wakil Direktur III Politeknik Negeri Padang,
Nasrullah, S.T., M.T., usai meraih medali emas cabang Pencak Silat pada Porseni
XIV Politeknik se-Indonesia di Malang, Jawa Timur pada 20 – 27 Juli 2024
|
Foto:
Riki Andrian AJ Putra |
CREWPERS.ID
– Menjadi atlet sekaligus mahasiswa
bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kemampuan membagi waktu, disiplin, serta
semangat yang tinggi agar keduanya dapat berjalan seimbang. Hal tersebut
terlihat dari sosok Riki Andrian AJ Putra, mahasiswa Politeknik Negeri Padang
yang aktif menekuni cabang olahraga pencak silat dan terus berusaha
mempertahankan prestasinya.
Riki Andrian AJ
Putra merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D4 Teknik
Elektronika Industri. Ia lahir di Padang, 30 November 2003. Selain menjalani
aktivitas perkuliahan, Riki juga dikenal aktif sebagai atlet pencak silat yang
telah menekuni olahraga tersebut sejak masa sekolah menengah pertama.
Riki mulai
menjadi atlet pada tahun 2018, saat dirinya masih duduk di bangku kelas 2 SMP.
Ketertarikannya terhadap pencak silat berawal dari adanya kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah. Dari kegiatan tersebut, ia mulai tertarik
mempelajari ilmu beladiri dan menjadikannya sebagai bidang yang serius untuk
ditekuni. Keputusan untuk mengikuti pencak silat menjadi langkah awal yang
membuka banyak pengalaman baru dalam hidupnya.
Dari latihan
rutin hingga mengikuti berbagai pertandingan, Riki terus berproses untuk
mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Selain aktif berlatih dan mengikuti
kegiatan UKM Jawara, ia juga telah menorehkan berbagai prestasi di bidang
pencak silat. Pada ajang PORSENI Malang 2024, ia berhasil meraih Juara 1 pada
kategori tanding kelas D putra 60–65 kilogram. Prestasi lainnya juga diraih
dalam Kejuaraan UBH dengan memperoleh Juara 1 kategori tanding kelas C putra
55–60 kilogram, serta Juara 1 pada Kejuaraan Pandekar Unand di kategori tanding
kelas B putra 50–55 kilogram. Selain itu, ia juga pernah mengikuti seleksi
Kejurda sebagai bagian dari pengembangan kemampuan dan pengalaman
bertandingnya.
Di antara
sederet pencapaian tersebut, Riki menyebut pertandingan terakhirnya pada ajang
Porseni Malang tahun 2024 sebagai prestasi yang paling berkesan.
Keikutsertaannya dalam ajang tersebut menjadi salah satu momen penting yang
memberikan pengalaman berharga selama menekuni pencak silat.
Dalam perjalanan
sebagai atlet, Riki mengakui bahwa tantangan terbesar yang pernah dihadapi
justru berasal dari dalam dirinya sendiri, yaitu rasa takut. Menurutnya, rasa
takut menjadi hambatan yang harus dilawan agar mampu tampil maksimal saat
latihan maupun pertandingan. Hal tersebut menunjukkan bahwa perjuangan seorang
atlet tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga mental yang kuat.
Di balik
perjalanan kariernya, Riki tidak berjalan sendirian. Ia mengaku mendapat
dukungan besar dari orang tua dan pelatih. Kehadiran keluarga sebagai
penyemangat serta pelatih sebagai pembimbing menjadi faktor penting yang
membuatnya terus berkembang dan bertahan hingga saat ini.
Motivasi
terbesar Riki berasal dari nasihat pelatih yang selalu diingatnya hingga
sekarang. Menurutnya, apa yang telah dimulai harus diperjuangkan sampai akhir
dan tidak mudah dihentikan di tengah jalan. Prinsip tersebut menjadi pegangan
yang membuatnya tetap semangat menjalani proses sebagai atlet. “Karena saya
percaya dengan kata pelatih saya, untuk apa kita berhenti kalau sebelumnya kita
sudah memulai. Jadi kesimpulannya, apa yang sudah dimulai mustahil untuk
diberhentikan,” ujarnya.
Bagi Riki,
pencak silat bukan hanya sekadar olahraga pertandingan, tetapi juga bekal
penting dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai generasi muda sebaiknya
mempelajari dasar beladiri karena sangat berguna untuk menjaga keselamatan diri
di tengah situasi yang rentan terhadap tindak kejahatan.
Selain itu, ia
juga berharap olahraga beladiri, khususnya pencak silat, dapat dipelajari sejak
dini dan semakin diminati oleh masyarakat luas. Menurutnya, pencak silat
memiliki nilai penting sebagai warisan budaya sekaligus olahraga yang
berpotensi berkembang hingga ke tingkat internasional.
Kisah Riki
Andrian AJ Putra menunjukkan bahwa semangat, kedisiplinan, dan konsistensi
merupakan modal utama dalam meraih prestasi. Di tengah tanggung jawab sebagai
mahasiswa, ia tetap mampu menjalankan perannya sebagai atlet dengan penuh
dedikasi. Sosoknya menjadi bukti bahwa generasi muda dapat terus berkembang,
baik di bidang akademik maupun nonakademik, selama memiliki tekad untuk terus
melangkah.
Jurnalis:
Sherlina Dwi Putri – 3A D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
Editor:
Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
