Konsumsi Daging Berlebihan Saat Idul Adha Diwaspadai Picu Tekanan Darah Naik

Hidangan gulai daging bersantan menjadi salah satu menu khas yang banyak dikonsumsi saat Iduladha.

Foto: Pinterest.



CREWPERS.ID - Momen Idul Adha selalu menjadi waktu yang paling dinantikan banyak keluarga. Selain tradisi berbagi daging kurban, berbagai hidangan khas seperti rendang dan gulai juga menjadi sajian utama di hampir setiap rumah. Tidak sedikit masyarakat yang mengaku nafsu makan meningkat saat perayaan berlangsung.

Namun di balik meriahnya suasana hari raya, sebagian warga mulai lebih berhati-hati terhadap kondisi kesehatan mereka. Konsumsi daging dan makanan bersantan dalam jumlah besar dinilai dapat memicu tekanan darah naik serta membuat tubuh terasa tidak nyaman, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi dan kolesterol.

Bidan desa di Rao, Nagari Koto Rajo, Pasaman Timur, Elfi Rahmi, mengatakan perubahan pola makan secara mendadak saat Idul Adha sering membuat tubuh bekerja lebih berat dari biasanya. Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi agar kondisi tubuh tetap stabil.

“Biasanya orang makan daging beberapa kali dalam sehari saat Idul Adha. Kalau tidak dikontrol bisa menyebabkan pusing, tekanan darah naik, bahkan badan terasa cepat lelah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung banyak minyak dan santan. Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk tetap mengonsumsi makanan segar seperti sayuran serta memperbanyak minum air putih.

Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol selama Idul Adha serta menyeimbangkannya dengan sayur, buah, dan aktivitas fisik yang cukup. Selain itu, dalam artikel kesehatan yang dipublikasikan Siloam Hospitals tahun 2024 dijelaskan bahwa kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti hipertensi dan gangguan jantung apabila tidak diimbangi pola hidup sehat.

Maiza Herawati (45), seorang ibu rumah tangga, mengaku dirinya sering tergoda untuk makan lebih banyak saat Idul Adha karena banyaknya menu yang tersedia di rumah maupun saat berkumpul bersama keluarga.

“Kalau Idul Adha memang kadang kalap makan daging karena makanannya enak semua. Tapi saya tetap minum obat supaya tidak sakit kepala, karena saya ada darah tinggi,” ujarnya.

Berbeda dengan Maiza, Ani Gustiorini (50) memilih lebih membatasi porsi makan demi menjaga kondisi tubuhnya tetap fit selama hari raya berlangsung.

“Saya tetap makan daging, tapi tidak berlebihan karena mengingat kesehatan dan takut kolesterol. Biasanya setelah makan banyak daging saya imbangi dengan sayur seperti timun,” katanya.

Menurut Ani, menjaga pola makan saat Idul Adha menjadi hal penting karena banyak anggota keluarga seusianya mulai memiliki keluhan kesehatan seperti kolesterol dan hipertensi. Karena itu, ia memilih tetap menikmati hidangan kurban tanpa harus makan secara berlebihan.

Selain mengatur pola konsumsi makanan, sebagian warga juga mulai mengurangi kebiasaan langsung beristirahat setelah makan besar. Beberapa masyarakat memilih berjalan santai atau melakukan aktivitas ringan agar tubuh tidak terasa terlalu berat.

Perayaan Idul Adha memang identik dengan kebersamaan dan hidangan melimpah. Meski demikian, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan kondisi kesehatan agar momen hari raya tetap dapat dinikmati dengan nyaman tanpa menimbulkan gangguan kesehatan setelahnya.

 


Penulis            : Meliza – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Editor             : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP





 

Previous Post Next Post