Proses perebusan kaki sapi untuk gulai tunjang, Padang, 28 Mei
2026.
Foto: Afra Fauziah / Crewpers
CREWPERS.ID -
Perayaan Idul Adha tidak hanya identik dengan pembagian daging kurban, tetapi
juga tradisi memasak berbagai hidangan khas bersama keluarga. Salah satu menu
yang banyak diolah masyarakat adalah gulai tunjang atau gulai kaki sapi yang
dikenal memiliki kuah santan gurih dengan bumbu rempah yang kuat.
Di beberapa rumah warga, gulai tunjang biasanya dimasak setelah
proses penyembelihan hewan kurban selesai. Bagian kaki sapi dipilih karena
memiliki tekstur kenyal dan cocok dijadikan gulai. Selain rasanya yang khas,
tunjang juga menjadi salah satu bagian sapi yang banyak disukai masyarakat
Minangkabau.
Proses memasak gulai tunjang membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sebelum dimasak, kaki sapi biasanya dibakar terlebih dahulu untuk membersihkan
bagian kulitnya. Setelah itu, tunjang direbus selama beberapa jam hingga
teksturnya menjadi empuk.
Kasmiyati (50), salah seorang warga, mengatakan proses memasak tunjang memang
membutuhkan waktu lebih lama dibanding daging biasa. “Biasanya kaki sapi
dibakar dulu, setelah itu baru direbus sekitar tiga sampai empat jam supaya
empuk,” ujarnya.
Menurutnya, bumbu yang digunakan tidak jauh berbeda dengan gulai
pada umumnya. Bahan seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe,
serai, dan daun kunyit menjadi rempah utama dalam masakan tersebut. Santan juga
digunakan untuk menghasilkan kuah yang lebih gurih.
Setelah proses perebusan selesai, tunjang dimasak bersama santan
dan bumbu gulai hingga kuah mengental. Aroma rempah yang keluar saat proses
memasak membuat masakan ini mudah dikenali. Gulai biasanya dimasak dalam jumlah
cukup banyak karena akan disantap bersama keluarga.
Selain bumbu dasar gulai, beberapa warga juga menambahkan rempah
lain untuk memperkuat aroma masakan. Eli (51) mengatakan kapulaga, cengkeh, dan
pala sering digunakan saat memasak gulai tunjang. “Rempah seperti kapulaga,
cengkeh, dan pala membuat aroma gulai jadi lebih harum,” katanya.
Menurut Eli, penggunaan rempah tambahan juga membuat rasa kuah
santan terasa lebih kaya. Rempah tersebut biasanya dimasukkan bersamaan dengan
bumbu lain saat proses memasak berlangsung.
Gulai tunjang menjadi salah satu menu yang cukup sering disajikan
saat Idul Adha karena cocok dimakan bersama keluarga besar. Hidangan ini
biasanya disantap dengan nasi putih hangat, kerupuk, dan sambal. Banyak
masyarakat memilih memasak tunjang karena bagian tersebut bisa diolah menjadi
makanan yang mengenyangkan dan memiliki cita rasa khas.
Selain menjadi hidangan keluarga, gulai tunjang juga sering
dibagikan kepada tetangga atau kerabat setelah selesai dimasak. Tradisi berbagi
makanan seperti ini masih banyak dilakukan masyarakat saat Idul Adha.
Bagi sebagian masyarakat, gulai tunjang bukan hanya makanan biasa.
Hidangan ini juga menjadi bagian dari tradisi memasak bersama keluarga saat
hari raya kurban. Proses memasaknya yang cukup lama membuat suasana dapur
terasa lebih ramai karena biasanya dilakukan bersama-sama.
Hingga sekarang, gulai tunjang masih menjadi salah satu hidangan yang banyak
disukai masyarakat. Rasa gurih dari kuah santan dan tekstur tunjang yang lembut
membuat makanan ini tetap menjadi pilihan saat Idul Adha.
Penulis : Afra Fauziah
– 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri
Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
