Suasana sosialisasi kesehatan di Puskesmas Alai yang diunggah melalui Instagram, 25 Januari 2024.
Foto: Tangkapan layar Instagram @puskesmas_alai
CREWPERS.ID
- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan kini
semakin banyak dimanfaatkan oleh kalangan mahasiswa. Selain membantu
meringankan biaya pengobatan, layanan BPJS Kesehatan dinilai penting bagi
mahasiswa yang memiliki aktivitas perkuliahan cukup padat.
Berdasarkan
data BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN hingga April 2025 telah mencapai
sekitar 279,9 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Data
tersebut menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan nasional semakin luas,
termasuk bagi mahasiswa yang membutuhkan perlindungan kesehatan selama kuliah.
Mahasiswa
semester empat Universitas Negeri Padang (UNP), Rina Oktavia, mengaku layanan
BPJS sangat membantu ketika dirinya harus menjalani pemeriksaan kesehatan
akibat kelelahan selama masa ujian.
“Sebagai
mahasiswa rantau, BPJS sangat membantu karena biaya berobat jadi lebih ringan.
Saya pernah dirawat karena demam tifoid dan hampir semua biaya ditanggung,”
ujarnya.
Hal
serupa juga disampaikan oleh Dimas Saputra, mahasiswa AKBP-STIE ‘KBP’ Padang.
Menurutnya, banyak mahasiswa baru mulai menyadari pentingnya BPJS setelah
mengalami sakit atau keadaan darurat.
“Kadang
mahasiswa merasa masih muda jadi tidak perlu BPJS. Padahal saat sakit mendadak,
biaya rumah sakit bisa sangat mahal,” katanya.
Sementara
itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Cabang Padang, Andi Pratama, mengatakan
mahasiswa dapat mendaftar sebagai peserta mandiri maupun melalui tanggungan
orang tua. Ia juga mengimbau mahasiswa untuk memastikan status kepesertaan
tetap aktif agar layanan kesehatan dapat digunakan kapan saja.
“Mahasiswa
termasuk kelompok usia produktif yang tetap membutuhkan perlindungan kesehatan.
Dengan iuran yang relatif terjangkau, mereka bisa mendapatkan akses pelayanan
medis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS,” jelasnya.
Selain
itu, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi
Mobile JKN untuk mempermudah peserta, termasuk mahasiswa, dalam mengakses
antrean online, mengecek status kepesertaan, hingga konsultasi layanan
kesehatan.
Penggunaan
BPJS Kesehatan dinilai membantu mahasiswa memperoleh akses layanan kesehatan
dengan biaya yang lebih terjangkau selama menjalani perkuliahan.
Penulis : Adinda Aulia Putri – 3A D4 Bahasa
Inggris KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
