Suasana pagi di kawasan Pimpiang, Alahan
Panjang, Kabupaten Solok, dengan panorama Danau Diatas, Rabu (7 Mei 2026).
Foto: Almer Farel Ghifari/Crewpers
CREWPERS.ID - Tempat yang dikenal sebagai
Pulau Pimpiang berdiri di tepian Danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok,
Sumatera Barat. Meski disebut “pulau”, kawasan ini sebenarnya merupakan daratan
kecil yang menjorok ke arah danau dengan panorama alam yang memikat.
Berada di kawasan
dataran tinggi Minangkabau, udara di Pimpiang terasa dingin dan menyegarkan.
Hamparan Danau Diatas berpadu dengan siluet Gunung Talang serta perbukitan
hijau yang mengelilinginya menciptakan lanskap yang menenangkan. Suasana
tersebut membuat banyak wisatawan menyebut kawasan ini memiliki nuansa seperti
pedesaan Eropa.
Alahan
Panjang memang dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam dan area berkemah.
Namun, di antara banyaknya pilihan wisata tersebut, Pimpiang tetap menjadi
salah satu lokasi favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang di
tepian danau.
Hal itu
disampaikan oleh Ghaiska Abima, salah satu pengunjung yang datang bersama
rombongannya. “Dengan banyaknya tempat camping di Alahan Panjang, saya dan
teman-teman memilih Pimpiang karena tempat ini cukup ikonik dan pemandangannya
memang bagus,” ujarnya saat ditemui di lokasi, 7 Mei 2026.
Di media
sosial, unggahan mengenai Pimpiang juga terus bertambah. Banyak wisatawan
membagikan foto panorama danau, kabut pagi, hingga suasana senja yang membuat
kawasan ini semakin dikenal luas, khususnya di kalangan anak muda.
Salah satu
daya tarik utama Pimpiang adalah deretan pohon pinus yang tumbuh di tepi danau.
Pohon-pohon tersebut menjadi latar favorit pengunjung untuk berfoto maupun
mendirikan tenda saat berkemah. Suasana camping di kawasan ini terasa hangat
dan akrab meskipun udara malam cukup dingin.
Bagi
pengunjung yang ingin bermalam, tersedia area camping ground dengan biaya
sekitar Rp40.000 per malam. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, seperti
musala, kamar mandi, warung makanan, hingga penerangan di beberapa titik
kawasan.
Selain
area berkemah, tersedia pula homestay dan vila di sekitar kawasan dengan harga
berkisar Rp600.000 hingga Rp1.000.000 per malam. Pilihan tersebut membuat Pimpiang
cocok dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari pasangan, keluarga, hingga
rombongan wisatawan muda.
Tidak
hanya untuk berkemah, kawasan ini juga sering dimanfaatkan wisatawan untuk
piknik, bermain air, family gathering, hingga sekadar menikmati udara
segar sambil bersantai di tepi danau. Suasana pagi hari yang dipenuhi kabut
tipis menjadi salah satu momen favorit pengunjung untuk menikmati keindahan
alam Alahan Panjang.
Sementara
itu, Rani Putri (23), wisatawan asal Padang, mengatakan bahwa suasana di
Pimpiang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata lain yang
pernah ia kunjungi. “Di sini suasananya tenang sekali. Udara dingin dan
pemandangan danaunya membuat pikiran jadi lebih rileks,” katanya.
Selain
dikenal karena keindahan alamnya, kawasan Pimpiang juga sering dimanfaatkan
wisatawan untuk menikmati suasana malam di tepian danau. Saat malam tiba, udara
terasa semakin dingin dengan suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan
kendaraan. Lampu-lampu tenda serta cahaya dari penginapan di sekitar kawasan
menambah kesan hangat di tengah dinginnya Alahan Panjang. Banyak pengunjung
memilih duduk santai sambil menikmati kopi atau makanan hangat bersama teman
dan keluarga di sekitar area camping.
Secara
lokasi, Pimpiang cukup mudah ditemukan karena berada tepat di seberang Masjid
Ummi Alahan Panjang. Dari Kota Padang, kawasan ini dapat ditempuh dalam waktu
sekitar dua hingga tiga jam perjalanan darat. Dengan perpaduan udara sejuk,
panorama danau, serta suasana yang tenang, Pimpiang menjadi salah satu
destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Sumatera Barat.
Jurnalis : 3A -
Karina Maharani - D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi dan Bisnis Profesional
Editor
: 3B-
Muhammad Ridwan Arifin - D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi dan Bisnis
Profesional
