![]() |
Ilustrasi siklus menstruasi
pada kalender dan pembalut sebagai penanda periode haid bulanan pada perempuan.
|
Foto:Rainbow
Hospitals |
CREWPERS.ID
- Menstruasi merupakan siklus biologis alami yang dialami perempuan setiap
bulan. Meski tergolong hal yang lumrah, kesadaran untuk menjaga kebersihan
selama menstruasi masih kerap terabaikan. Padahal, penerapan kebersihan
menstruasi atau menstrual hygiene management penting untuk mencegah
risiko infeksi saluran kemih maupun gangguan kesehatan reproduksi.
Menjaga
kebersihan saat menstruasi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian
penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Kelalaian dalam menjaga kebersihan
area intim dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur yang berisiko menyebabkan
iritasi hingga infeksi.
Saat
menstruasi, tingkat keasaman (pH) area kewanitaan mengalami perubahan alami.
Darah menstruasi yang dibiarkan terlalu lama pada kondisi lembap dapat menjadi
media berkembangnya bakteri dan jamur. Karena itu, pemahaman tentang cara
menjaga kebersihan selama menstruasi menjadi langkah preventif untuk
menghindari berbagai gangguan kesehatan.
Mahasiswi
Politeknik Negeri Padang, Anisa Amelia, menilai edukasi mengenai kesehatan
reproduksi perlu terus ditingkatkan agar remaja perempuan lebih terbuka dalam
memahami pentingnya kebersihan menstruasi.
“Akses
informasi saat ini sebenarnya sudah lebih mudah. Namun, stigma yang masih
melekat membuat sebagian remaja sungkan bertanya. Padahal, menjaga kebersihan
saat haid sangat penting untuk mencegah gatal, iritasi, hingga infeksi bakteri
yang lebih serius,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (20/5/2026).
Terdapat
beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan selama
menstruasi. Pertama, mengganti pembalut secara berkala setiap tiga hingga empat
jam sekali, menyesuaikan volume darah yang keluar. Bagi pengguna menstrual
cup, alat tersebut perlu dikosongkan dan dibersihkan sesuai petunjuk penggunaan.
Kedua,
membasuh area intim dengan benar, yakni dari arah depan ke belakang untuk
mencegah perpindahan bakteri dari anus ke saluran kemih dan vagina.
Ketiga,
menggunakan celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat guna
menjaga sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan berlebih. Penggunaan pakaian
yang terlalu ketat sebaiknya dihindari karena dapat memicu iritasi.
Keempat,
membersihkan tubuh secara rutin dengan mandi minimal dua kali sehari. Area
intim cukup dibersihkan menggunakan air mengalir tanpa sabun berpewangi agar
keseimbangan bakteri baik tetap terjaga.
Edukasi
mengenai kebersihan menstruasi perlu diberikan secara merata, baik di
lingkungan keluarga maupun sekolah. Pemahaman yang tepat sejak dini dapat
membantu remaja perempuan menjalani masa pubertas dengan lebih siap dan percaya
diri. Dengan menjaga kebersihan selama menstruasi, perempuan dapat tetap
menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, hingga
berolahraga, dengan nyaman dan produktif.
Selain
itu, meningkatnya pemahaman mengenai kebersihan menstruasi juga dapat membantu
menghapus stigma negatif yang masih berkembang di masyarakat. Menstruasi sering
kali dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka, sehingga
banyak remaja perempuan merasa malu untuk mencari informasi atau meminta
bantuan ketika mengalami keluhan selama masa haid.
Padahal,
keterbukaan dalam membahas kesehatan reproduksi menjadi langkah penting untuk
menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Dengan adanya edukasi yang tepat
melalui keluarga, sekolah, maupun media informasi, perempuan dapat lebih
memahami kondisi tubuhnya sendiri serta mengambil langkah pencegahan yang
diperlukan untuk menjaga kesehatan reproduksi secara optimal.
Kesadaran
menjaga kebersihan saat menstruasi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas
hidup perempuan. Kondisi tubuh yang sehat selama masa haid memungkinkan
seseorang tetap fokus menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu rasa
tidak nyaman. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan
reproduksi merupakan investasi penting bagi kesejahteraan jangka panjang.
Penulis : Maisyah Saidah
– 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor :
Lega Ariski – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
