Ketoprak, Pilihan Sederhana Saat Lapar di Tengah Malam

 

Sajian ketoprak lengkap dengan lontong, bihun, tahu, tauge, dan kerupuk di kawasan Pasar Baru Unand, Rabu (20 Mei 2026).

Foto: Sarah Nurisma / Crewpers

CREWPERS.ID - Malam sudah semakin larut. Jalanan mulai lengang dan beberapa toko terlihat menutup pintunya satu per satu. Meski begitu, di kawasan Pasar Baru Unand, tepatnya di sederetan Polsek Pasar Baru, masih ada satu gerobak sederhana yang ramai didatangi pembeli. Aroma bumbu kacang yang gurih dari gerobak ketoprak itu cukup menarik perhatian orang yang melintas.

Di bawah lampu sederhana yang menggantung di atas gerobak, penjual ketoprak tampak sibuk melayani pesanan pelanggan. Pembeli datang bergantian, mulai dari mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga pekerja malam yang singgah mencari makan sebelum pulang ke rumah.

Ketoprak masih menjadi salah satu pilihan makanan malam yang cukup diminati masyarakat, terutama di sekitar kawasan kampus Universitas Andalas. Meski bukan makanan mewah, ketoprak punya cita rasa yang khas. Isiannya terdiri dari lontong, bihun, tahu goreng, tauge, kerupuk, dan siraman bumbu kacang yang kental. Tambahan kecap manis membuat rasanya semakin nikmat, terutama saat disantap ketika malam mulai dingin dan perut terasa lapar.

Banyak orang memilih ketoprak karena porsinya dianggap pas. Tidak terlalu berat seperti nasi padang atau makanan utama lainnya, tetapi tetap cukup mengenyangkan untuk menemani aktivitas malam. Selain itu, harga satu porsinya juga masih ramah di kantong, mulai dari Rp12 ribu sehingga cukup terjangkau bagi mahasiswa.

Di sekitar area kampus, gerobak ketoprak hampir tidak pernah benar-benar sepi pembeli. Beberapa mahasiswa datang setelah menyelesaikan tugas kuliah, sementara yang lain mampir sepulang kerja atau setelah berkegiatan hingga malam. Suasana sederhana di pinggir jalan justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner malam.

Salah seorang mahasiswa Universitas Andalas, Rian Saputra (21), mengaku cukup sering membeli ketoprak ketika lapar di malam hari.

“Kalau sudah malam dan lapar, biasanya saya cari ketoprak. Rasanya enak, porsinya pas, dan tidak bikin terlalu kenyang. Harganya juga cocok untuk anak kuliah,” ujarnya sambil menikmati seporsi ketoprak.

Menurut Rian, ketoprak menjadi pilihan praktis karena mudah ditemukan di sekitar kampus dan penyajiannya juga tidak memakan waktu lama. Ia mengatakan rasa bumbu kacang menjadi alasan utama banyak mahasiswa menyukai makanan tersebut.

“Yang paling enak itu bumbu kacangnya. Apalagi kalau kerupuknya banyak, jadi makin nikmat dimakan malam-malam,” katanya sambil tertawa kecil.

Tidak hanya mahasiswa, pelanggan ketoprak juga datang dari berbagai kalangan. Pengemudi ojek online sering terlihat mampir untuk mengisi tenaga sebelum kembali bekerja. Ada pula pekerja kantoran yang membeli ketoprak sebelum pulang ke rumah. Bahkan beberapa warga sekitar sengaja keluar malam hanya untuk membeli makanan sederhana tersebut.

Kesederhanaannya justru menjadi ciri khas yang membuat ketoprak tetap diminati hingga sekarang. Proses penyajiannya yang masih tradisional, seperti mengulek langsung bumbu kacang sebelum disajikan, membuat cita rasanya terasa berbeda dibanding makanan cepat saji lainnya.

Selain rasanya yang khas, ketoprak juga dianggap cocok disantap malam hari karena tidak terlalu berminyak. Perpaduan tahu, tauge, lontong, dan bihun membuat makanan ini terasa lebih ringan, tetapi tetap mengenyangkan.

Bagi sebagian orang, menikmati ketoprak di malam hari bukan hanya soal mengisi perut. Duduk di kursi plastik sederhana di pinggir jalan sambil menikmati suasana malam menghadirkan rasa nyaman tersendiri setelah menjalani aktivitas seharian.

Meski malam semakin larut dan jalanan mulai sepi, gerobak ketoprak itu masih tetap melayani pelanggan yang datang silih berganti. Aroma bumbu kacang yang khas masih tercium di udara malam dan seolah menjadi penanda bahwa makanan sederhana ini tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Sederhana, murah, dan mengenyangkan. Ketoprak masih menjadi pilihan banyak orang untuk menemani malam panjang di sekitar kawasan kampus.





Penulis       : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor        : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP


Previous Post Next Post