Menyusuri Keunikan Ikan Sakti Sungai Janiah, Wisata Legenda yang Masih Hidup di Agam

 

Ikan larangan berenang di kolam wisata Ikan Sakti Sungai Janiah, Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Rabu (13 Mei 2026).

Foto: rri.co.id



CREWPERS.ID – Di tengah sejuknya alam Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terdapat sebuah destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan kisah legenda yang masih dipercaya masyarakat hingga saat ini. Tempat itu adalah Ikan Sakti Sungai Janiah, sebuah kolam jernih yang dipenuhi ikan-ikan besar dengan warna beragam seperti hitam, putih, merah, dan abu-abu.

Berada di Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata unik yang mampu menarik rasa penasaran pengunjung. Lokasinya juga cukup mudah dijangkau, hanya sekitar 3 kilometer dari Pasar Baso dengan waktu tempuh kurang lebih lima menit perjalanan kendaraan menuju destinasi kolam ikan sakti tersebut.

Air kolamnya terlihat sangat jernih, dikelilingi pepohonan rindang dan suasana yang tenang, membuat siapa saja betah berlama-lama menikmati keindahan alamnya.

Namun, daya tarik utama Sungai Janiah bukan hanya pemandangannya. Ikan-ikan di kolam tersebut dipercaya sebagai “ikan sakti” yang memiliki cerita turun-temurun. Masyarakat setempat meyakini ikan tersebut tidak boleh ditangkap ataupun dimakan. Konon, siapa saja yang melanggar pantangan itu akan mendapat musibah. Kepercayaan inilah yang membuat keberadaan ikan tetap terjaga hingga sekarang.

Penjaga sekaligus juru kunci Ikan Sakti, Pakiah Agam, mengungkapkan bahwa keberadaan ikan larangan ini sudah ada sejak tahun 1800-an. Ia juga menyebutkan adanya momen tertentu yang dipercaya masyarakat sebagai waktu munculnya ikan sakti.

“Ikan sakti itu akan keluar pada subuh Lebaran Haji dan tiga hari sebelum Lebaran Idul Fitri pada jam 00.00,” tutur Pakiah Agam.

Tidak hanya itu, di kawasan wisata ini juga terdapat sebuah lempengan batu yang dipercaya memiliki keunikan tersendiri. Menurut cerita masyarakat, air yang muncul di lempengan batu tersebut diyakini dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit dan membawa kesuburan bagi pasangan yang belum memiliki anak. Namun, masyarakat percaya hanya orang-orang tertentu yang berjodoh saja yang dapat menemukan air tersebut.

Keunikan lainnya terlihat dari perilaku ikan yang tidak biasa. Saat pengunjung melempar makanan ke kolam, ratusan ikan akan berenang mendekat secara bersamaan ke permukaan air. Pengunjung juga tidak perlu khawatir, karena di sekitar lokasi tersedia penjual makanan khusus ikan yang dapat dibeli untuk memberi makan ikan sakti tersebut.

Salah seorang pengunjung, Zavara, mengaku senang bisa berkunjung ke lokasi wisata tersebut saat masa liburan. Menurutnya, pengalaman memberi makan ikan menjadi hal yang paling menarik karena ukuran ikan yang besar dan bergerombol mendekati pengunjung.

“Saya pergi ke sini pas libur, lucu ngasih makan ikannya, ngumpul, mana besar lagi ikannya,” ujar Zavara.

Selain menikmati suasana alam dan legenda yang menarik, wisatawan juga bisa berkunjung dengan biaya yang sangat terjangkau. Tiket masuk ke kawasan wisata ini hanya Rp3.000 untuk orang dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak.

Tidak hanya itu, di area wisata juga terdapat berbagai makanan khas yang dapat dinikmati pengunjung. Beragam jajanan tradisional hingga hidangan khas Minangkabau dijual di sekitar lokasi, menambah pengalaman wisata menjadi lebih lengkap dan menyenangkan.

Dengan perpaduan antara legenda, budaya, suasana alam yang asri, serta biaya wisata yang ramah di kantong, Ikan Sakti Sungai Janiah menjadi destinasi menarik yang layak dikunjungi bersama keluarga maupun teman saat berada di Kabupaten Agam.

 


Penulis: Gartos Kansa – 3A D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional

Editor: Muhammad Ridwan A – 3B D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional

 

 

 


Previous Post Next Post