Abiyyu Adam berlatih di MAS GYM,
Bukittinggi, sebagai bagian dari rutinitasnya menjaga kebugaran di tengah
kesibukan kuliah pada 17 Juli 2024.
Foto: Abiyyu Adam
CREWPERS.ID – Di tengah padatnya
aktivitas perkuliahan, banyak mahasiswa mulai menjaga keseimbangan antara
akademik dan kesehatan fisik. Salah satunya Abiyyu Adam, mahasiswa Jurusan
Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang yang menjadikan gym sebagai rutinitas
sejak masa pandemi Covid-19. Aktivitas tersebut kini menjadi bagian penting
dalam kehidupannya.
Abiyyu mulai mengenal
dunia gym saat duduk di bangku kelas 1 SMA pada masa pandemi Covid-19. Saat
itu, kegiatan di luar rumah sangat terbatas sehingga ia sering merasa bosan
sepulang sekolah. Selain rutin berenang, ia merasa membutuhkan aktivitas lain
agar waktunya lebih produktif selama di rumah. Dari situlah ketertarikannya
terhadap gym mulai tumbuh.
Berawal dari sekadar
mencoba, Abiyyu justru menemukan kenyamanan saat berolahraga. Ia merasa gym
memberinya suasana baru sekaligus membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat di
tengah aktivitas yang terbatas selama pandemi. Lambat laun, olahraga tersebut
menjadi rutinitas yang sulit ditinggalkan dalam kesehariannya.
Seiring berjalannya
waktu, gym bukan lagi sekadar pengisi waktu luang, melainkan kebiasaan yang
membentuk kedisiplinan dan pola hidup sehat. Abiyyu menjalani latihan secara
konsisten tiga kali dalam seminggu, yaitu setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Ia biasanya
meluangkan waktu setelah kuliah selesai agar tetap bisa membagi waktu antara
pendidikan dan olahraga.
Menurutnya,
konsistensi menjadi salah satu kunci utama dalam berolahraga. Ia juga
mengingatkan pentingnya memperhatikan teknik latihan agar terhindar dari
cedera. Banyak orang, terutama pemula, sering memaksakan diri mengangkat beban
berat demi terlihat kuat. Padahal, hal tersebut justru berbahaya jika dilakukan
tanpa teknik yang benar.
“Kalau untuk tips gym,
jangan pernah ego lifting. Form harus benar dan yang paling penting konsisten,”
katanya.
Selain menjaga
kebugaran tubuh, gym juga memberikan dampak positif terhadap kondisi mentalnya.
Di tengah tekanan tugas kuliah dan aktivitas sehari-hari, olahraga menjadi cara
untuk mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Tidak sedikit mahasiswa
yang kini mulai menjadikan gym sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus
sarana melepas penat dari rutinitas yang melelahkan.
Bagi Abiyyu, gym bukan
hanya tentang membentuk tubuh, tetapi juga menjadi tempat untuk membangun
motivasi diri. Ia mengaku salah satu motivasi terbesarnya dalam menjalani gym
berasal dari pengalaman patah hati yang pernah dialaminya.
“Motivasi terbesar gym
itu karena patah hati. Saya ingin membuktikan diri lewat gym,” ujarnya sambil tertawa.
Meski terdengar
sederhana, motivasi tersebut justru membuatnya semakin bersemangat untuk terus
berkembang dan memperbaiki diri. Gym menjadi media positif untuk mengubah rasa
kecewa menjadi energi yang lebih bermanfaat. Ia merasa olahraga membantunya
menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, dan fokus terhadap tujuan
hidupnya.
Namun, perjalanan
olahraga yang dijalani Abiyyu tidak selalu berjalan mulus. Saat ini ia sedang
vakum sementara dari gym karena mengalami cedera pada punggung bawah (lower
back). Kondisi tersebut membuatnya harus mengurangi aktivitas berat agar proses
pemulihan berjalan dengan baik. Cedera itu juga menjadi pengingat baginya bahwa
olahraga harus dilakukan sesuai kemampuan tubuh dan tidak boleh dipaksakan.
Meski begitu, semangatnya
terhadap dunia gym belum hilang. Ia berharap dapat kembali berlatih setelah
kondisinya pulih sepenuhnya. Pengalaman cedera tersebut juga menjadi pelajaran
penting baginya untuk lebih berhati-hati dan menjaga teknik latihan dengan
benar.
Meningkatnya aktivitas
olahraga di kalangan mahasiswa, seperti yang dilakukan Abiyyu, menunjukkan
bahwa kesadaran terhadap pentingnya kesehatan fisik semakin tinggi di kalangan
anak muda. Di tengah tuntutan tugas kuliah dan aktivitas organisasi, gym
menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kebugaran sekaligus mengurangi stres.
Bagi Abiyyu, gym bukan
hanya tentang membentuk tubuh, tetapi juga tentang membangun mental yang lebih
kuat, menjaga kesehatan, dan belajar konsisten dalam menjalani setiap proses
kehidupan.
Jurnalis: Salsabila Khalisah –
3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor: Regina Putri – 3A D4
Bahasa Inggris untuk KBP
