Ketika Konsistensi Menjadi Kunci: Dina Amelia Salsabila Jadi Mahasiswi

Penerima penghargaan mahasiswa berprestasi Jurusan Administrasi Niaga Tahun Akademik 2025/2026 usai kegiatan pemberian reward di lingkungan Politeknik Negeri Padang.

Foto: Instagram @bisnisdigital.pnp



CREWPERS.ID - Bagi sebagian mahasiswa, meraih predikat mahasiswa berprestasi mungkin menjadi tujuan besar yang membutuhkan perjuangan panjang. Namun bagi Dina Amelia Salsabila, mahasiswi semester empat Program Studi Bisnis Digital Politeknik Negeri Padang (PNP), prestasi hadir sebagai hasil dari proses yang dijalani dengan konsisten setiap hari.

Dina Amelia Salsabila tidak pernah menyangka akan kembali memperoleh penghargaan di lingkungan kampus. Setelah sebelumnya menjadi mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik di kelas, kini ia menempati posisi kedua dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat politeknik.

“Jujur, saya kaget, tapi senang sekali. Rasanya membahagiakan karena saya tahu ini hasil dari usaha yang saya lakukan setiap hari, bukan sesuatu yang instan,” ungkap Dina.

Menariknya, Program Studi Bisnis Digital yang kini membawanya meraih berbagai pencapaian bukanlah pilihan utama saat mendaftar kuliah. Dina diterima melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan menempatkan prodi tersebut sebagai pilihan ketiga. Namun di jurusan inilah, ia justru menemukan minat dan passion yang selama ini dicari.

“Awalnya ini pilihan ketiga, tetapi ternyata saya merasa sangat cocok. Prodi ini relevan dengan minat saya, terutama dalam berpikir kritis, inovasi, dan problem solving,” ujarnya.

Ketertarikannya pada dunia teknologi dan data menjadi alasan utama mengapa ia menikmati proses belajar. Dina bahkan bercita-cita menjadi seorang data analyst di perusahaan internasional. Mimpi tersebut menjadi bahan bakar yang terus mendorongnya untuk berkembang.

“Sering kali saya bertanya pada diri sendiri, ‘Mau jadi apa saya setelah ini?’ Pertanyaan itu membuat saya terus bergerak dan belajar,” tuturnya.

Di balik pencapaian akademiknya, mahasiswi semester empat ini juga aktif dalam berbagai kegiatan. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika terpilih sebagai peserta terbaik putri dalam Latihan Keterampilan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Dasar (LKKMTD) yang diselenggarakan oleh BEM KM PNP. Selain itu, ia dipercaya menjadi pembawa acara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dan pemilihan Uda Uni PNP 2025.

Meski memiliki segudang aktivitas, Dina memiliki pandangan yang berbeda mengenai makna kesuksesan. Baginya, penghargaan formal bukanlah inti dari sebuah pencapaian.

“Yang paling berkesan bukan trofi atau gelarnya, tetapi setiap momen ketika saya berani mencoba hal baru dan berhasil melewatinya,” tutur Dina.

Dalam proses belajar, Dina lebih mengutamakan pemahaman konsep dibandingkan hafalan. Ketika menemukan materi yang rumit, ia kerap mencari referensi tambahan melalui internet hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Untuk menjaga produktivitas dan menghindari stres, Dina membiasakan diri menulis jurnal harian (journaling) sebagai sarana refleksi dan pengatur prioritas kegiatan.

Journaling membantu saya tetap fokus dan tidak mudah burnout. Yang paling saya hindari adalah mengerjakan tugas mendekati tenggat waktu karena hasilnya biasanya kurang maksimal,” jelasnya.

Berbeda dengan sebagian mahasiswa yang aktif dalam organisasi formal, Dina memilih jalur pengembangan diri yang lebih mandiri. Waktu luangnya banyak digunakan untuk mempelajari analisis data dan bahasa Inggris secara otodidak. Kendati demikian, pengalaman kepemimpinan tetap ia dapatkan melalui tugas kelompok di kelas, terutama saat harus memimpin tim dengan tingkat partisipasi anggota yang beragam.

“Saya belajar bahwa kepemimpinan bukan soal siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana mengajak semua orang untuk terlibat dan bekerja sama,” katanya.

Perjalanan tersebut diakuinya tidak selalu mulus. Dina sempat menghadapi tantangan dalam kemampuan komunikasi interpersonal serta tekanan psikologis akibat membandingkan diri dengan orang lain. Dalam situasi tersebut, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membantunya bangkit.

“Saya belajar bahwa pembanding terbaik adalah diri kita yang kemarin, bukan orang lain. Produktivitas yang sehat adalah produktivitas yang tetap menjaga kewarasan,” ucapnya menambahkan.

Melihat perkembangan dunia kerja saat ini, Dina optimistis terhadap peluang lulusan Jurusan Administrasi Niaga PNP, khususnya Program Studi Bisnis Digital. Menurutnya, kebutuhan industri terhadap talenta yang mampu menghubungkan aspek bisnis dan teknologi akan terus meningkat. Kunci utamanya terletak pada penguasaan analisis data, strategi pemasaran digital, pemahaman user interface/user experience (UI/UX), serta penguasaan bahasa asing.

“Dunia industri saat ini digerakkan oleh teknologi dan data. Karena itu, mahasiswa harus siap beradaptasi dan terus belajar. Lakukan apa yang kamu sukai, kembangkan dirimu dengan caramu sendiri, dan tetap bergerak maju,” tegas Dina.

 


Jurnalis          : Dina Safira – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor             : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


 

 

Previous Post Next Post