![]() |
Ilustrasi gaya hidup sehat yang mencakup olahraga,
pola makan bergizi, dan istirahat cukup sebagai penunjang kebugaran tubuh. Foto: Pinterest |
CREWPERS.ID
– Olahraga kini menjadi salah satu cara yang banyak dipilih untuk menjaga
kesehatan sekaligus membentuk tubuh ideal. Bagi sebagian orang yang memiliki
tubuh kurus, workout juga menjadi solusi untuk menaikkan berat badan
secara sehat melalui pembentukan massa otot dan penerapan pola hidup yang lebih
teratur.
Workout
di rumah semakin diminati karena dinilai lebih praktis dan tidak memerlukan
biaya tambahan seperti membership gym. Dengan latihan yang dilakukan
secara konsisten, pola makan yang terjaga, serta waktu istirahat yang cukup,
olahraga di rumah tetap dapat memberikan hasil yang signifikan bagi kebugaran
dan pembentukan tubuh.
Dilansir
dari FitHub, workout bukan hanya bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan
otot, tetapi juga membantu memperkuat tulang. Latihan beban secara rutin dapat
meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis
sehingga kesehatan tubuh dapat terjaga dalam jangka panjang.
Manfaat
tersebut dirasakan oleh Raditya Alviqri (21), mahasiswa Politeknik Negeri
Padang. Sebelum mulai berolahraga, Raditya mengaku sering merasa kurang percaya
diri karena memiliki tubuh yang sangat kurus. Kondisi tersebut bahkan
membuatnya kerap menerima komentar yang tidak menyenangkan dari lingkungan
sekitar.
Berangkat
dari pengalaman itu, Raditya mulai menekuni workout di rumah. Ia memilih
berlatih secara mandiri karena lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan
jadwal kuliah maupun aktivitas sehari-hari. Meski tidak menggunakan peralatan
yang lengkap, ia tetap berusaha menjalani latihan secara rutin.
Menurut
Raditya, konsistensi menjadi tantangan terbesar bagi siapa pun yang ingin
memulai olahraga. Namun, ia memiliki tiga hal yang selalu dipegang agar tetap
disiplin menjalani workout selama bertahun-tahun.
Kunci
pertama adalah memiliki tujuan yang kuat. Bagi Raditya, keinginan untuk
mengubah kondisi tubuhnya menjadi motivasi utama yang membuatnya tetap
bertahan. Saat rasa malas datang, ia selalu mengingat alasan mengapa dirinya
memulai perjalanan tersebut.
Kunci
kedua adalah menjalani workout secara bertahap. Raditya menilai banyak
pemula yang terlalu memaksakan diri di awal sehingga akhirnya berhenti di
tengah jalan. Menurutnya, olahraga tidak harus dilakukan setiap hari. Latihan
dua kali seminggu sudah cukup untuk membangun kebiasaan dan menjaga
konsistensi.
Ia
sendiri memulai dengan gerakan dasar seperti push-up dan pull-up yang dapat dilakukan
tanpa alat mahal. Seiring waktu, intensitas latihan kemudian ditingkatkan
sesuai kemampuan tubuh.
Selain
latihan, Raditya menilai pola makan dan pola hidup sehat menjadi faktor yang
paling berpengaruh terhadap kenaikan berat badan. Karena itu, ia memperhatikan
asupan protein dan kalori yang dikonsumsi setiap hari.
Ia
membiasakan diri mengonsumsi makanan tinggi protein, seperti telur rebus, serta
menambahkan alpukat sebagai sumber kalori sehat. Raditya juga rutin minum susu
sebelum tidur dan menjaga waktu istirahat sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 agar
proses pemulihan otot berjalan lebih optimal.
Sementara
itu, Dion Hasri (21), mahasiswa Universitas Ekasakti yang juga merupakan
sahabat Raditya sejak masa SMA, menjadi salah satu saksi perjalanan tersebut.
Dion mengatakan Raditya sudah menunjukkan komitmen untuk hidup lebih sehat
sejak masih bersekolah.
“Dia
memang punya keinginan kuat buat berubah. Dari dulu dia sering bilang nggak mau
terus-terusan kelihatan kurus, jadi itu yang bikin dia tetap konsisten workout
sampai sekarang,” ujar Dion.
Kini,
setelah beberapa tahun menjalani workout secara rutin, Raditya tetap
mempertahankan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari gaya hidupnya. Ia
berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi orang lain yang sedang
berusaha meningkatkan rasa percaya diri dan kesehatan tubuh.
“Buat
kamu yang dulu kurus, ayo tegakkan kepalamu. Suatu saat nanti kamu akan lebih
bernilai daripada orang di luar sana,” tutupnya.
Penulis:
Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris
untuk KBP
Editor: Lega Ariski - 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
