![]() |
Azrah meraih
medali emas pada nomor Randori Kelas 60 Puteri Dewasa dalam Kejuaraan Daerah
(Kejurda) Shorinji Kempo di Kota Solok, Sumatera Barat, Pada Oktober 2023
|
Foto: Azrah |
CREWPERS.ID
– Di balik sederet medali yang berhasil
diraih, terdapat proses panjang yang harus dijalani seorang atlet. Hal itu juga
dirasakan oleh Azrah, mahasiswi Program Studi D3 Teknik Sipil Politeknik Negeri
Padang yang lahir di Padang pada 10 Desember 2004. Sejak tahun 2016, ia telah
menekuni Shorinji Kempo, sebuah cabang olahraga bela diri asal Jepang yang
belum begitu dikenal luas oleh masyarakat dibandingkan beberapa bela diri
lainnya.
Ketertarikannya
pada Kempo berawal dari rasa penasaran. Menurutnya, Kempo merupakan bela diri
yang jarang didengar oleh banyak orang sehingga membuatnya ingin mencoba.
Selain itu, faktor biaya juga menjadi salah satu alasan yang mendorongnya
memilih olahraga tersebut. Ia menilai biaya perlengkapan maupun keikutsertaan dalam
pertandingan Kempo relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa cabang bela
diri lainnya, sehingga lebih sesuai dengan kondisi ekonomi keluarganya saat
itu.
Shorinji Kempo
sendiri merupakan bela diri yang berasal dari Jepang dan mulai masuk ke
Indonesia sekitar tahun 1960-an. Dalam praktiknya, Kempo memiliki beberapa
kelompok teknik. Gōhō mencakup pukulan, tendangan, dan tangkisan.
Sementara itu, Jūhō meliputi kuncian, bantingan, serta pelepasan
pegangan. Selain itu, terdapat pula Seihō yang berfungsi membantu
pemulihan kondisi tubuh setelah latihan. Namun, bagi Azrah, Kempo bukan sekadar
olahraga untuk melatih kemampuan mempertahankan diri. Lebih dari itu, Kempo
juga menjadi sarana pembentukan karakter agar seseorang dapat tumbuh menjadi
pribadi yang kuat.
Perjalanannya
sebagai atlet tidak selalu berjalan mulus. Saat pertama kali mulai berlatih
pada tahun 2016, ia belum dapat mengikuti pertandingan karena masih terlalu
muda dan belum memenuhi batas usia yang ditentukan. Kesempatan untuk merasakan
atmosfer kompetisi baru datang pada tahun 2019. Saat itu, ia mengikuti
pertandingan pertamanya, tetapi belum berhasil membawa pulang prestasi. Meski
demikian, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru setelah
pengalaman pertamanya itu, ia kembali mengikuti kompetisi dan berhasil meraih
medali emas.
Sejak saat itu,
berbagai prestasi mulai menghiasi perjalanan kariernya sebagai atlet Kempo.
Pada Kejurda Kota Padang tahun 2021, Azrah berhasil meraih Juara 1 Randori
Kelas 55 Puteri Remaja dan Juara 2 Embu Pasangan Puteri. Prestasi tersebut
berlanjut pada tahun 2022 dalam Kejurdo Padang dengan capaian Juara 1 Randori
Kelas 55 Puteri Remaja, Juara 1 Embu Solo Puteri, serta Juara 3 Embu Beregu
Campuran.
Masih pada tahun
yang sama, ia kembali menunjukkan kemampuannya dalam Kejurda Kota Payakumbuh
dengan meraih Juara 1 Randori Kelas 60 Puteri Dewasa dan Juara 1 Embu Pasangan
Puteri. Setahun kemudian, pada Kejurda 2023, Azrah kembali memperoleh Juara 1
Randori Kelas 60 Puteri Dewasa. Konsistensinya berprestasi berlanjut hingga
tahun 2025 ketika ia berhasil meraih Juara 1 Randori Puteri Kelas 60 Dewasa
dalam Kejurdo.
Di balik
berbagai pencapaian tersebut, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah
satu tantangan terbesar baginya adalah proses seleksi untuk dapat mengikuti
pertandingan. Ia juga harus menjaga berat badan agar tetap sesuai dengan kelas
tandingnya. Risiko cedera seperti luka maupun keseleo juga menjadi hal yang
perlu diwaspadai selama menjalani latihan dan pertandingan.
Untuk menjaga performanya, Azrah menjalani latihan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Namun, menjelang kompetisi, intensitas latihannya meningkat menjadi hampir setiap sore. Rutinitas tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai pertandingan yang diikutinya.
Dari sekian
banyak pengalaman bertanding, ajang Porseni di Malang menjadi salah satu yang
paling berkesan baginya. Meskipun belum berhasil meraih kemenangan, pengalaman
tersebut justru memberikan motivasi yang lebih besar untuk berkembang. Pengalaman
tersebut terasa berkesan karena Porseni di Malang menjadi ajang pertamanya di
luar Sumatera Barat.
“Walaupun
kalah waktu itu, bikin tambah semangat buat latihan lebih keras lagi karena itu
pertandingan pertama saya di luar Sumbar,”
ujarnya.
Kini, Kempo
memiliki arti yang penting dalam kehidupannya. Olahraga tersebut tidak hanya
menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan diri, tetapi juga membentuk
nilai-nilai yang ia pegang hingga saat ini. Ke depan, Azrah berharap Shorinji
Kempo dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat, khususnya generasi
muda. Ia juga berharap olahraga ini mampu melahirkan lebih banyak atlet
berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah maupun Indonesia.
Jurnalis: Sherlina Dwi Putri – 3A D4
Bahasa Inggris untuk KBP
Editor: Regina Putri – 3A D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
