![]() |
Gerobak buah
milik Harianto yang berlokasi di Jalan Pasar Ambacang, depan Masjid Jami'a
Pauh, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
|
Foto: Nur Aisyah Rahmadani Tanjung / Crewpers |
CREWPERS.ID — Kesibukan
mahasiswa yang tinggal di sekitar kawasan Pasar Ambacang membuat makanan
praktis semakin diminati. Salah satu pilihan yang banyak dicari adalah buah
potong. Melihat kebutuhan tersebut, Harianto (40), warga asal Pariaman, membuka
usaha buah potong di depan Masjid Jami'a Pauh, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Harianto memulai aktivitas berjualannya sejak pukul
06.30 WIB setiap hari. Ia tidak memiliki jam tutup yang tetap, selama
masih ada pelanggan yang datang, ia memilih tetap melayani pembeli meski hingga
larut malam.
“Jam 06.30 sampai saya enggak kuat lagi. Pernah
juga masih jualan sampai jam satu atau jam dua malam. Kalau sudah ngantuk baru
saya tutup,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Harianto, lokasi tempatnya berjualan cukup
strategis karena berada di kawasan yang banyak dihuni mahasiswa kos. Tidak
sedikit pembeli yang datang pada malam hari untuk membeli buah sebagai camilan
atau pelengkap makan.
Usaha menjual buah sebenarnya bukan hal baru
baginya. Ia mengaku sudah mengenal pekerjaan tersebut sejak masih lajang.
Setelah sempat berhenti beberapa waktu, Harianto kembali membuka usaha buah
potong pada bulan Ramadan tahun ini karena merasa bidang tersebut sudah menjadi
bagian dari pengalamannya.
Di gerobaknya tersedia berbagai pilihan buah, seperti
nanas, semangka, melon, pepaya, dan pir. Salah satu menu yang paling diminati
adalah paket tiga potong buah seharga Rp5.000. Pembeli bebas memilih kombinasi
buah sesuai selera. Selain itu, tersedia juga paket dengan harga Rp15.000
hingga Rp25.000.
Harianto sengaja menetapkan harga yang terjangkau
karena sebagian besar konsumennya adalah mahasiswa. Meski begitu, ia tetap
menjaga kualitas buah yang dijual. Prinsip yang selalu ia pegang tertulis jelas
di gerobaknya, yaitu “jual rasa, bukan jual harga”. Baginya, rasa yang enak dan
buah yang segar menjadi alasan pelanggan kembali membeli.
Salah seorang pembeli, Naila (20), mengaku puas
dengan buah yang dijual Harianto. Menurutnya, harga Rp5.000 untuk tiga potong
buah sangat sesuai bagi mahasiswa yang ingin berhemat tanpa mengorbankan
kualitas.
“3 potong buah Rp5.000 bisa dicampur, jadi sangat
worth it untuk anak kos. Buahnya juga enak dan segar,” katanya.
Selain melayani pembelian eceran, Harianto juga
menerima pesanan dalam jumlah besar untuk berbagai acara. Ia bahkan pernah
mendapatkan pesanan senilai Rp200.000 hingga Rp300.000. Dari berbagai jenis
buah yang dijual, nanas menjadi produk yang paling sering dicari pelanggan.
Saat ini, Harianto masih memanfaatkan halaman depan
ruko milik adiknya sebagai tempat berjualan. Ke depan, ia berharap dapat
memiliki tempat usaha sendiri agar bisa mengembangkan bisnis buah potong yang
telah ditekuninya selama bertahun-tahun. Dukungan dari keluarga, termasuk
bantuan anaknya dalam berjualan, menjadi motivasi baginya untuk terus
mempertahankan usaha tersebut.
Penulis: Nur Aisyah Rahmadani Tanjung — 3A D4 Bahasa Inggris
KBP
Editor: Divia Putri Zen — 3B D4 Bahasa
Inggris KBP
