![]() |
Seorang remaja menggunakan masker
wajah sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit.
|
Foto: Ilustrasi (Pexels) |
CREWPERS.ID
- Kesadaran anak muda terhadap kesehatan kulit terus meningkat seiring padatnya
aktivitas harian dan derasnya informasi mengenai perawatan diri di media
sosial. Jika dahulu perawatan kulit sering dianggap hanya untuk menunjang
penampilan, kini semakin banyak generasi muda yang memandangnya sebagai bagian
dari gaya hidup sehat dan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Kulit
sebagai lapisan pelindung terluar tubuh memiliki peran penting dalam melindungi
tubuh dari paparan sinar matahari, polusi, dan berbagai faktor lingkungan
lainnya. Kementerian Kesehatan RI (2022) menjelaskan bahwa paparan sinar
ultraviolet secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, mulai dari
penuaan dini hingga risiko gangguan kulit yang lebih serius.
Di
kalangan mahasiswa, perhatian terhadap kesehatan kulit mulai menjadi bagian
dari rutinitas sehari-hari. Namun, alasan yang mendasarinya tidak lagi hanya
berkaitan dengan estetika. Kenyamanan dalam beraktivitas, kesehatan kulit,
hingga rasa percaya diri menjadi faktor yang turut mendorong meningkatnya kesadaran
tersebut.
Nur
Azizah (20), mahasiswi Politeknik Negeri Padang, mengaku mulai lebih
memperhatikan kondisi kulitnya sejak memasuki masa perkuliahan yang menuntut
berbagai aktivitas di dalam maupun luar ruangan.
"Saya
mulai lebih peduli dengan kesehatan kulit karena aktivitas sehari-hari cukup
padat. Kulit yang sehat membuat saya merasa lebih nyaman dan percaya diri saat
berinteraksi dengan orang lain. Sekarang saya lebih memperhatikan kebersihan
wajah dan kebutuhan kulit saya," ujarnya.
Menurut
Azizah, banyak teman seusianya juga mulai memiliki kesadaran serupa. Kemudahan
memperoleh informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital turut
membantu generasi muda memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit sejak dini.
Kesadaran
serupa juga dirasakan oleh Kesya Gemma (19), mahasiswi Universitas Andalas.
Baginya, merawat diri, termasuk menjaga kesehatan kulit, merupakan hal yang
penting, terutama karena ia memiliki jenis kulit yang sensitif.
"Penting
untuk merawat diri, apalagi kesehatan kulit. Soalnya kulit saya cenderung
sensitif, jadi harus benar-benar diperhatikan. Saya juga lebih berhati-hati
dalam memilih produk yang digunakan dan memakai handuk khusus untuk wajah agar
kebersihannya lebih terjaga," ujarnya.
Menurut
Kesya, kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan alat-alat yang
bersentuhan langsung dengan kulit wajah merupakan salah satu bentuk perawatan
yang sering kali diabaikan. Ia menyadari bahwa menjaga kesehatan kulit tidak
hanya bergantung pada penggunaan produk perawatan, tetapi juga didukung oleh
kebiasaan hidup bersih dan konsisten dalam merawat diri sesuai dengan kebutuhan
kulit masing-masing.
Fenomena
ini juga terlihat dari semakin seringnya pembahasan mengenai perawatan diri di
lingkungan kampus. Topik yang dibicarakan tidak lagi sebatas produk kecantikan
atau tren perawatan terbaru, tetapi juga mencakup pentingnya menjaga kebersihan
kulit, melindungi diri dari paparan sinar matahari, serta memahami kebutuhan
kulit masing-masing.
Kementerian
Kesehatan RI (2024) menekankan bahwa menjaga kesehatan kulit tidak harus
dilakukan dengan rutinitas yang rumit. Langkah sederhana seperti membersihkan
wajah secara teratur, menggunakan pelembap, dan memakai sunscreen menjadi
bagian penting untuk melindungi kulit dari dampak paparan sinar matahari dan
sinar ultraviolet.
Selain perlindungan dari luar, menjaga kesehatan kulit juga dapat
didukung melalui kebiasaan hidup yang lebih seimbang, seperti menjaga pola
makan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan istirahat yang cukup. Kebiasaan
sederhana ini menjadi bagian penting untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap
sehat dari dalam.
Para
ahli juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki jenis dan kondisi kulit
yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan produk perawatan kulit perlu
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Penggunaan produk secara berlebihan
atau tanpa memahami kondisi kulit justru berisiko menimbulkan iritasi maupun
gangguan pada lapisan pelindung kulit.
Di sisi lain, HIMPSI (2024) menjelaskan bahwa self-care merupakan bagian dari upaya
menjaga kesejahteraan fisik dan mental. Perawatan diri, termasuk menjaga
kesehatan kulit, dapat membantu seseorang merasa lebih nyaman dengan dirinya
sendiri selama dilakukan secara sehat dan tidak berlebihan.
Meski demikian, meningkatnya tren perawatan kulit di media sosial tidak
seharusnya membuat generasi muda terjebak pada standar kecantikan tertentu.
Perawatan kulit idealnya dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan diri,
bukan semata-mata untuk mengikuti tren yang sedang berkembang.
Meningkatnya kesadaran kesehatan kulit di kalangan anak muda
menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap perawatan diri. Jika
sebelumnya perawatan kulit sering dianggap identik dengan penampilan, kini
semakin banyak generasi muda yang melihatnya sebagai investasi jangka panjang
bagi kesehatan dan kualitas hidup.
Dengan
pemahaman yang tepat, perawatan kulit tidak lagi hanya berkaitan dengan
penampilan luar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup
secara menyeluruh. Kesadaran inilah yang diharapkan terus berkembang sehingga
masyarakat, khususnya generasi muda, dapat merawat kulit secara bijak, sehat,
dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Penulis : Meliza – 3A D4 Bahasa Inggris KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
