![]() |
Hidangan
menu andalan yang disajikan di RM NPY 2, Pariaman, Minggu (7 Juni 2026).
|
Foto:
Sarah Nurisma/Crewpers. |
CREWPERS.ID
— Suara ombak yang terdengar dari kejauhan
berpadu dengan aroma masakan yang keluar dari dapur. Pemandangan seperti itu
dapat ditemui di Rumah Makan NPY 2 yang berada di kawasan Pantai Pariaman.
Tempat makan ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat setempat maupun wisatawan
yang datang berkunjung ke Kota Pariaman.
Lokasinya yang berada tidak jauh dari bibir pantai membuat rumah makan
ini sering menjadi pilihan pengunjung setelah menghabiskan waktu di kawasan
wisata. Banyak orang datang untuk beristirahat sambil menikmati masakan khas
Minang yang disajikan dengan harga yang masih terjangkau. Dengan harga mulai
dari Rp15.000, pengunjung sudah bisa menikmati hidangan yang mengenyangkan.
Saat jam makan siang tiba, suasana rumah makan mulai ramai. Beberapa
meja terisi oleh keluarga, wisatawan, hingga rombongan anak muda yang baru
selesai menikmati suasana pantai. Dari meja ke meja terlihat beragam hidangan
khas Minangkabau yang siap disantap.
Salah satu menu yang banyak dipilih pengunjung adalah gulai ikan.
Kuahnya yang kental dengan aroma rempah yang kuat menjadi daya tarik
tersendiri. Potongan ikan yang digunakan juga terasa segar sehingga cocok
disantap bersama nasi hangat.
Selain gulai ikan, terdapat pula gulai jengkol yang menjadi favorit
sebagian pelanggan. Meski tidak semua orang menyukai jengkol, menu ini tetap
memiliki penggemarnya sendiri. Rasanya yang gurih dan bumbu yang meresap
membuat banyak pelanggan kembali memesan menu tersebut saat berkunjung.
Menu lain yang tidak kalah diminati adalah ikan goreng cabai merah. Ikan
yang digoreng hingga renyah dipadukan dengan sambal cabai merah yang pedas
membuat menu ini sering menjadi pilihan utama di meja makan. Sebagai pelengkap,
tersedia pula cabai hijau dan sayur singkong rebus yang biasa disandingkan
dengan berbagai lauk khas Minang.
Di antara banyaknya menu yang tersedia, sala lauak menjadi salah satu
hidangan yang paling sering dicari pengunjung. Makanan khas Pariaman ini
terbuat dari campuran tepung beras, ikan, dan rempah-rempah yang kemudian
digoreng hingga berwarna keemasan. Teksturnya yang renyah di bagian luar dan
gurih di bagian dalam membuat sala lauak cocok dinikmati sebagai camilan maupun
pendamping makan.
Yusril Fadli (29), wisatawan asal Padang, mengaku datang ke rumah makan
tersebut setelah mendapatkan rekomendasi dari warga setempat.
"Kata orang sini kalau mau makan enak dan harganya terjangkau, coba
ke NPY 2. Setelah dicoba ternyata memang enak. Gulai ikannya terasa rempahnya
dan sala lauaknya juga gurih," ujarnya.
Menurut Yusril, salah satu hal yang membuatnya puas adalah harga makanan
yang masih ramah di kantong. Ia mengaku bisa menikmati berbagai menu bersama
teman-temannya tanpa perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar.
Selain makanannya, suasana yang ditawarkan juga menjadi nilai tambah.
Dari area rumah makan, pengunjung masih bisa merasakan angin laut yang berembus
pelan. Suasana tersebut membuat pengalaman makan terasa lebih santai
dibandingkan tempat makan pada umumnya.
Di tengah banyaknya tempat makan yang bermunculan dengan konsep modern,
RM NPY 2 tetap mempertahankan kesederhanaannya. Tidak ada dekorasi yang
berlebihan ataupun konsep yang dibuat khusus untuk menarik perhatian media
sosial. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak orang merasa
nyaman.
Bagi sebagian pengunjung, RM NPY 2 bukan hanya tempat untuk makan.
Tempat ini juga menjadi bagian dari pengalaman saat berkunjung ke Pariaman.
Menikmati masakan khas Minang sambil merasakan suasana pantai menjadi kombinasi
yang membuat banyak orang ingin kembali datang. Tidak heran jika rumah makan
ini tetap ramai dikunjungi dan menjadi salah satu tujuan kuliner yang cukup
dikenal di Kota Pariaman.
Penulis : Sarah Nurisma— 3B D4 Bahasa Inggris KBP
Editor :
Divia Putri Zen — 3B D4 Bahasa Inggris KBP
