![]() |
Segelas es Americano disajikan
dalam gelas plastik transparan dengan lapisan crema tipis di bagian atas.
|
Foto: Almer Farrel Ghifari
(Crewpers) |
CREWPERS.ID
- Di tengah padatnya aktivitas
perkuliahan, kopi tidak lagi sekadar menjadi minuman rekreasi ataupun pelepas
kantuk bagi mahasiswa. Belakangan ini, kopi hitam tanpa gula atau Americano
mulai banyak dipilih sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Tidak sedikit yang
percaya bahwa minuman tersebut dapat membantu membakar lemak tubuh dan menjaga
berat badan tetap ideal. Namun, benarkah anggapan tersebut didukung oleh fakta
kesehatan?
Salah
satunya dialami Icha Anggraini (22), mahasiswa Politeknik Negeri Padang, yang
mengaku sengaja membiasakan diri mengonsumsi es Americano setiap pagi sebelum
berangkat kuliah. Motivasi utamanya bukan untuk mengusir rasa kantuk saat
mengikuti perkuliahan, melainkan karena sering menemukan unggahan di media
sosial yang menyebut kopi hitam dapat membantu menurunkan berat badan. Meski
awalnya kurang menyukai rasa pahit kopi tersebut, ia tetap mencoba
mengonsumsinya sebagai bagian dari upaya menjaga bentuk tubuh tanpa harus
menggunakan suplemen diet.
Merasakan
langsung perubahan pada tubuhnya setelah mengubah kebiasaan minum kopi, Icha
membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan Americano sebagai menu pendukung
gaya hidup sehatnya.
"Awalnya
saya terpaksa minum es Americano karena ikut-ikutan tren diet di internet,
rasanya pahit sekali dan sempat membuat perut saya agak perih. Namun setelah
saya pelajari lagi, kuncinya adalah jangan minum saat perut benar-benar kosong,
minimal makan sepotong pisang atau roti dulu sebelumnya. Setelah konsisten
mengganti es kopi susu dengan kopi hitam tanpa gula selama sebulan, perut saya
rasanya jauh lebih ringan, begah berkurang, dan berat badan saya lebih stabil
tanpa perlu menahan lapar berlebihan sewaktu mengerjakan tugas akhir." Ujar Icha.
Berdasarkan
ulasan Halodoc tahun 2025, kopi hitam tanpa gula memiliki kandungan kalori yang
relatif rendah dibandingkan minuman kopi dengan tambahan susu dan gula. Selain
itu, kandungan kafein di dalamnya juga dapat membantu meningkatkan metabolisme
tubuh dalam batas tertentu. Kafein diketahui mampu memberikan efek stimulasi
yang dapat membantu meningkatkan energi serta mengurangi rasa lapar dalam
jangka waktu sementara.
Namun,
penting untuk digarisbawahi bahwa kopi hitam tidak akan bekerja secara instan
meluruhkan lemak jika mahasiswa tetap mengonsumsi makanan cepat saji kaya lemak
jenuh atau gorengan secara berlebihan. Kopi hitam bertindak sebagai pendukung
(booster) metabolisme, yang efektivitasnya akan jauh lebih maksimal jika
diimbangi dengan pola makan gizi seimbang serta aktivitas fisik yang cukup.
Kementerian
Kesehatan RI melalui artikel kesehatan yang dipublikasikan pada tahun 2024 juga
menjelaskan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat memberikan manfaat
tertentu bagi tubuh. Namun, konsumsi yang berlebihan perlu dihindari karena
dapat memicu gangguan seperti jantung berdebar, rasa cemas, hingga gangguan
tidur.
Selain
itu, mengonsumsi kopi hitam tanpa gula juga perlu diperhatikan, terutama bagi
mahasiswa yang memiliki riwayat gangguan pencernaan. Sifat asam yang dimiliki
oleh kopi dapat merangsang produksi asam lambung berlebih jika diminum saat
perut benar-benar kosong. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa tidak
nyaman pada lambung hingga memperburuk keluhan pada sebagian orang.
Batas
aman konsumsi kafein harian untuk orang dewasa yang direkomendasikan adalah
sekitar 400 miligram atau setara dengan tiga hingga empat cangkir kopi hitam
kecil. Konsumsi yang melebihi batas tersebut dapat memicu efek samping negatif,
seperti jantung berdebar-debar, munculnya rasa cemas berlebihan (anxiety),
gangguan konsentrasi, hingga gangguan tidur parah yang merusak kualitas tidur
mahasiswa di malam hari. Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam mengatur waktu
minum menjadi kunci utama dalam memetik manfaat optimal dari kopi pahit ini.
Menjaga
kesehatan dan penampilan fisik tubuh di tengah kesibukan dunia kampus memang
membutuhkan kecermatan dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh. Kopi hitam
tanpa gula dapat menjadi salah satu pilihan pendukung gaya hidup sehat. Namun
demikian, kebijaksanaan dalam mengatur waktu minum dan porsi konsumsi tetap
menjadi penentu utama agar khasiat dari secangkir kopi pahit tersebut tidak
berbalik menjadi ancaman bagi kesehatan lambung kita di masa depan.
Penulis : Maisyah Saidah – 3A D4 Bahasa
Inggris KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
