Genta
Marlinda Eko Putra A.Md.Li saat menjalani program magang di Kementerian
Perhubungan bersama tim Humas di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Foto:
Genta Marlinda Eko Putra A.Md.Li
CREWPERS.ID — Memasuki dunia
kerja setelah menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi tantangan besar bagi banyak
lulusan baru. Situasi ini tidak hanya membutuhkan kecakapan akademik, tetapi
juga kesiapan mental untuk beradaptasi dengan lingkungan profesional. Bagi
sebagian fresh graduate, program magang menjadi jembatan paling
realistis untuk mengenal atmosfer industri secara nyata.
Langkah awal
yang penuh tantangan ini dijalani oleh Genta Marlinda Eko Putra, seorang
alumnus Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang (PNP). Ia sukses
menembus seleksi ketat program magang di lingkungan pemerintahan pusat. Genta
terlibat langsung dalam aktivitas kerja birokrasi, khususnya pada bidang
komunikasi publik serta produksi konten visual.
Berbekal
keterampilan teknik videografi dan penyuntingan gambar, alumnus PNP ini
menyumbang karya kreatif di ibu kota. Baginya, komunikasi visual merupakan
kunci utama dalam penyampaian informasi kebijakan negara kepada masyarakat.
Peluang emas ini ia manfaatkan sebagai wadah pengembangan diri sekaligus
pembuktian kualitas lulusan vokasi daerah.
“Program
magang pemerintah memberikan kesempatan emas untuk berkontribusi langsung pada
pelayanan publik berskala nasional. Sebagai videografer dan editor, ini adalah
wadah terbaik untuk mengasah keterampilan komunikasi visual saya dalam
menyampaikan informasi kebijakan dan program strategis Kementerian Perhubungan
kepada masyarakat luas,” ujar pria bergelar Ahli Madya Linguistik (A.Md.Li.)
tersebut.
Perjalanan
menuju kementerian tentu tidak bergulir secara instan. Dukungan penuh dari
pihak keluarga menjadi bahan bakar utama bagi Genta dalam melewati setiap
tahapan seleksi yang melelahkan. Selain itu, dorongan moral dari para dosen PNP
serta rekan sejawat di komunitas kreatif ikut memacunya untuk keluar dari zona
nyaman.
Lowongan
magang tersebut awalnya ia temukan melalui situs web resmi rekrutmen
kementerian dan media sosial pemerintah. Genta kemudian melewati berbagai
tahapan ketat, mulai dari seleksi berkas hingga wawancara kompetensi kehumasan.
Ia mempersiapkan dokumen pendukung secara matang, termasuk resume, esai
motivasi, dan kompilasi karya video terbaiknya.
“Tantangan
terbesar saya adalah menyeleksi dan mengemas portofolio terbaik agar relevan
dengan kebutuhan komunikasi Kementerian Perhubungan. Saya harus memastikan
karya saya mampu menunjukkan kemampuan teknis sekaligus pemahaman tentang
pentingnya penyampaian pesan publik yang informatif dan menarik,” ungkap Genta.
Setelah
dinyatakan lolos, Genta langsung bertugas di lingkungan Kementerian
Perhubungan, Jakarta. Di bawah arahan langsung tim Hubungan Masyarakat (Humas),
ia membedah cara kerja komunikasi publik instansi negara. Pengalaman di
lapangan ini memberikan perspektif baru yang tidak ia dapatkan selama duduk di
bangku perkuliahan.
Selama magang,
ritme kerja instansi menuntutnya untuk selalu mengutamakan ketepatan informasi,
kerja sama tim, dan kecepatan adaptasi profesional. Genta juga mendapat
tanggung jawab besar dalam mendokumentasikan berbagai kegiatan strategis
Menteri Perhubungan. Pengalaman berharga ini otomatis memperluas cakrawala
berpikirnya mengenai pola komunikasi strategis milik pemerintah.
“Program
magang ini menjembatani transisi akademik ke dunia kerja profesional dengan
sangat baik. Pengalaman ini mengajarkan saya bagaimana bekerja di lingkungan
pemerintahan yang membutuhkan kecepatan, akurasi, dan kreativitas tinggi,”
tutur Genta kembali.
Selain
mempertajam keahlian teknis seperti color grading dan motion graphics,
ia kini lebih lihai menerjemahkan kebijakan birokrasi yang kaku. Genta belajar
mengubah narasi data yang kompleks menjadi produk visual yang segar dan mudah
dipahami masyarakat awam. Perjalanan dari ruang kelas PNP menuju gedung
kementerian menjadi portofolio mahal untuk karier masa depannya.
Kini, Genta
menaruh harapan besar agar program serupa terus membuka pintu lebar bagi
generasi muda daerah. Ia ingin ruang pengabdian ini melahirkan lebih banyak
talenta kreatif yang siap memajukan komunikasi publik Indonesia. Kesiapan
portofolio dan keberanian mencoba menjadi pesan penutup yang ia bagikan untuk
mahasiswa lain.
“Harapan saya,
program magang ini terus menjadi batu loncatan yang baik bagi anak muda untuk
mengabdian pada negara. Jangan ragu untuk mencoba, terus asah keterampilan yang
relevan, dan persiapkan portofolio sebaik mungkin karena kreativitas sangat
dibutuhkan,” tutup Genta.
Jurnalis : Ayu Putri Jamalia - 3B D4 Bahasa
Inggris KBP
Editor :
Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris KBP
